Kibarkan Bendera Asing, Bisa Dipenjara 3 Bulan

RadarGorontalo.com – Sudah menjadi kebiasaan bagi para pecinta sepak bola, untuk memasang bendera negara asing setiap momen piala dunia. Namun tanpa mereka sadari, hal itu sangat bertentangan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 1958 tentang Penggunaan Bendera Kebangsaan Asing. Nah, di Pohuwato Rabu (20/6) kemarin pihak kepolisian Resor Pohuwato terpaksa harus menurunkan bendera negara Portugal yang terpasang di halaman salah satu rumah warga yang tak jauh dari Mapolres Pohuwato.

Bendera negara asing itu, dipasang oleh warga, mungkin karena negara tersebut adalah ayam jagonya pada Piala Dunia Rusia kali ini. Tapi apapun tujuannya hal itu jelas bertentangan dengan peraturan diatas. “Itu melanggar PP Nomor 41 Tahun 1958,” tegas Kapolres Pohuwato AKBP Dafcoriza Sik Msc kepada Radar.

Sebagaimana dijelaskan dalam PP tersebut pasal 1 ayat 1b bahwa bendera kebangsaan asing boleh dipasang pada waktu Kepala Negara, Wakil Kepala Negara, atau Perdana Menteri negara tersebut berkunjung ke Indonesia, di tempat-tempat yang didatangi. Sedangkan dalam ayat 3 bahwa bendera kebangsaan asing dapat pula digunakan pada kesempatan-kesempatan lain dengan izin kepala daerah, jika menurut pendapatnya pada kesempatan-kesempatan itu bendera kebangsaan asing layak digunakan, seperti pada pertemuan-pertemuan internasional.

Penggunaan bendera kebangsaan asing itu dilakukan pada tempat-tempat dimana diadakan kesempatan-kesempatan tersebut. Dan bagi yang melanggar diancam dengan hukuman tiga bulan penjara. “Warga tersebut masih kita tegur dulu,” ungkap Dafcoriza. “Bendera asing itu diserahkan kembali kepada pemiliknya dan diberikan pesan bahwa selama Piala Dunia berlangsung dilarang mengibarkan bendera asing,” tandasnya. Kendati demikian, tindakan tegas seperti ini baru dilakukan di Kabupaten Pohuwato, dan belum diterapkan di Kabupaten/kota lainnya. (RG-58)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *