Ketika Limbah Diubah Jadi Rupiah

Mahasiswa KKN Kebangsaan Desa Dumbayabulan bersama DPL saat memberikan pelatihan proses pembuatan hiasan kepada warga (rg)

RadarGorontalo.com – Kreativitas, adalah proses mental yang dapat menghasilkan sesuatu yang baru, atau mengungkap sesuatu yang baru dari apa yang telah ada. Memasukkan nilai-nilai, termasuk di dalamnya nilai seni, kepada sesuatu yang dianggap tak bernilai (sampah atau limbah, red), juga menjadi bagian dari kerja-kerja kreatif. Dengan kreativitas, limbah sekalipun bisa diubah menjadi rupiah. Inilah yang dilakukan mahasiswa KKN Kebangsaan 2017 desa Dumbaya Bulan, Suwawa Timur, Bone Bolango.

Hiasan dari limbah pertanian

Bersama unsur Karang Taruna desa Dumbayabulan, mereka mampu mengolah dan memodifikasi limbah jagung, kelapa dan pisang menjadi barang yang memiliki nilai seni.“Ini adalah salah satu program kerja mahasiswa KKN Kebangsaan di desa Dumbayabulan. Hampir rata-rata masyarakat yang ada di desa ini, hanya bisa mengolah limbah pertanian ini menjadi pakan ternak. Padahal limbah jagung, kelapa dan pisang, bisa kita olah menjadi berbagai macam hiasan yang memiliki nilai ekonomis. Punya nilai ekonomis karena limbah-limbah yang diolah ini, bisa dibentuk menjadi barang hiasan yang punya nilai jual,” kata Kordinator Desa KKN Kebangsaan desa Dumbaya Bulan, Rizal.

Menyangkut hal-hal teknis tentang bagaimana membuat limbah pertanian ini menjadi hiasan, mereka banyak mendapat masukan dari dosen pembimbing lapangan, Dr. Fory Naway Pomalingo, M.Pd. “Agar masyarakat desa Dumbaya Bulan bisa mengolah limbah pertanian menjadi hiasan, kita juga menggelar pelatihan terutama kepada ibu-ibu PKK dan Karang Taruna,” kata Rizal.

Pose Bersama Mahasiswa KKN Kebangsaan Bersama DPL, Camat Suwawa Timur, kades dumbayabulan dan sebagian peserta pelatihan (rg)

Program ini, juga mendapat apresiasi dari Ketua Karang Taruna desa Dumbayabulan, Rizky Ibrahim. Menurutnya, program ini sangat membantu masyarakat, terlebih dalam meningkatkan pendapatan masyarakat. “Kehadiran mahasiswa KKN Kebangsaan di desa ini, sejalan dengan program Karang Taruna terutama dalam pemberdayaan masyarakat. Melalui pelatihan tentang bagaimana mengolah limbah pertanian menjadi barang yang memiliki nilai ekonomis ini, tentunya akan sangat bermanfaat bagi masyarakat. Kalau masyarakat benar-benar menekuni ini, maka mereka bisa mendapat tambahan penghasilan dengan modal nol rupiah, karena bahan utamanya mudah didapatkan,” kata Rizky, sembari menambahkan, selain melatih masyarakat membuat produk hiasan berbahan dasar limbah pertanian, mahasiswa KKN Kebangsaan juga melatih masyarakat bagaimana membuat stick jagung.(rg-40)

Berita Terkait

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *