Kelamaan Nganggur, Terminal Dungingi Jadi Tempat Mesum

Terminal Dungingi (istimewa)

RadarGorontalo.com – Sudah habis puluhan milyar, tapi Terminal Dungingi tak kunjung digunakan. Bahkan kata puluhan massa aksi dari HMI Cabang Gorontalo, tempat tersebut sudah menjadi lokasi maksiat dan tindak kejahatan. itu belum ditambah dengan hilangnya sejumlah peralatan elektronik.

Aksi yang digelar HMI di halaman kantor DPRD Kota Gorontalo itu, dalam rangka memperingati hari anti korupsi, Senin (11/12). Disampaikan Korlap aksi sekaligus Ketua Cabang HMI Sakti Kolbudin Yusuf menuturkan, dalam pengerjaanya, mega proyek Terminal Dungingi itu menelan dana berkisar Rp. 50 milyar. Dengan rincian, Rp. 35 Milyar pinjaman dari PIP, dan sisanya dari APBD Kota kala itu.

Nah, menurut sakti dengan anggaran sebesar itu, seharusnya terminal tersebut sudah difungsikan, dan bisa memberikan manfaat tak cuma menambah pendapatan daerah, tapi juga memberikan tambahan pendapatan bagi warga sekitar. “Intinya, kami tidak ingin masuk ke ranah hukum proyek ini, akan tetapi kami hanya ingin tau kapan terminal ini akan difungsikan,” ungkap Sakti.

Sayang, sejak resmi diserahkan pengelolaanya ke pusat pertengahan 2016 silam, hingga akhir 2017, tidak ada tanda-tanda terminal itu akan difungsikan. Parahnya lagi, terminal tipe A yang dibangun begitu megahnya, kini mulai alih fungsi menjadi tempat maksiat. Bukan rahasia lagi, tempat itu jadi tempat mabuk-mabukan. Bahkan, sempat terjadi kasus pembunuhan disitu.

Tak cuma itu, fakta-fakta lain yang ditemukan mereka di lapangan adalah, satu per satu fasilitas terminal mulai rusak. Belum lagi, peralatan elektronik seperti running text LED display, yang sedianya ada dua buah, kini sudah hilang satu. Kalau sudah begini siapa yang bertanggung jawab.

Sementara Ketua Komisi C, Hais K. Nusi yang menjadi satu-satunya aleg yang berhadapan langsung dengan puluhan mahasiswa ini sedikit bercerita bahwa, saat itu dirinya berada dalam perjalanan usai melakukan cek up di rumah sakit. Dalam perjalanan, dirinya melihat ada perkumpulan mahasiswa yang melakukan unjuk rasa di halaman kantornya. Dirinya pun mampir dan langsung menerima mahasiswa tersebut. “Karena materinya menjadi tupoksi kami di Komisi C, maka saya langsung menerima mereka masuk ke ruangan saya untuk difasilitasi bertemu dengan dinas terkait,” tukasnya.

Soal terminal dungingi, Politisi partai Golkar itu sangat setuju jika terminal ini bisa difungsikan di tahun 2018 nanti. Sebab, dirinya khawatir kerusakan di terminal ini akan semakin parah. “Dengan unjuk rasa ini pemerintah harus serius menyikapi pemanfaatan terminal dungingi. Tidak boleh lagi ada tawar-menawar, harus 2018. Mengenai perbuatan mesum, saya sudah mengarahkan Satpol-PP untuk segera melakukan raziah di tempat ini,” pungkasnya. (rg-63)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.