Kejati Gorontalo Tetapkan 125 Tersangka Korupsi

ilustrasi (Anwart/RG)

RadarGorontalo.com – Ini prestasi luar biasa yang dilakukan Kejaksaan Tinggi Gorontalo. Kalau biasanya, dalam setahun hanya menggarap belasan tersangka untuk beberapa kasus korupsi, ini belum genap setahun sudah ada 125 orang yang ditetapkan sebagai tersangka dalam delapas kasus dugaan korupsi. Bahkan konon kasus yang membidik sejumlah petinggi di pemerintahan itu, tersangkanya bakal ketambahan 20 orang lagi.

Penetapan tersangka dari untuk 8 kasus dugaan korupsi. Dari 125 tersangka yang ditetapkan saat ini, menurut Ridwan SH, MH Koordinator penyidikan tindak pidana khusus Kejaksaan Tinggi Gorontalo, sudah berdasarkan bukti bukti cukup kuat. “Kami perkuat proses penyidikannya biar tidak ada celah para tersangka untuk melakukan pra-pradilan di Pengadilan” kata Ridwan.

Bahkan menurutnya, jumlah tersangka bisa bertambah dari yang ada sekarang. ” Bisa ada yang kita bidik lagi jadi tersangka, perkiraan itu sampai 145 orang ” timpalnya. Apakah Kejati ada niatan untuk menahan para tersangka ? Niatan itu kata Ridwan sangat besar. Hanya saja penahanan tidak dilakukan secara bersamaan.” Penahanan kemungkinan tidak dilakukan sekaligus juga karena beberapa hal yang pertama kita belum menerima hasil audit dari BPKP untuk kerugian negara dan berbagai hal lainya yang menyangkut strategi penyidikan” pungkasnya.

Sebelumnya Ridwan menjelaskan, 8 kasus dugaan korupsi yang dimaksud itu adalah, pembangunan gedung DPRD Kabupaten Gorontalo 2008. Pungutan Liar di Dinas Sosial Provinsi Gorontalo tahun anggaran 2014-2016. Pembangunan bendungan Longalo dan jaringan air bersih di Balai Sungai Wilayah II tahun 2015. Pengadaan alat-alat kesehatan di Dinas Kesehatan Boalemo 2014-2015. Penyimpangan Tunjangan Sertifikasi Guru atau Tunjangan Profesi Pendidik (TPP). Dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan dirumah sakit Ainun Habibie.

Dugaan korupsi, pembangunan 7 ruas jalan di Kota Gorontalo dan terakhir Pembangunan pasar moderen Gorut. “kita telah tetapkan sebanyak 125 tersangka di 8 kasus itu dari kontraktor hingga paling tinggi jabatanya adalah esolon II ” kata Ridwan SH, MH. Kendati demikian Ridwan enggan menyebutkan secara rinci per Item, berapa jumlah tersangka di satu penanganan perkara korupsi?” Terlalu banyak mas disebutkan di BWSS II Gorontalo itu saja sampai 9 orang belum kasus lainya” kata Ridwan kembali. (tr-10/RG)

Berita Terkait

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *