Kejati Geledah PUPR, 68 TSK di 7 Ruas Jalan

Penggeledahan Tim Pidsus Kejaksaan Tinggi Gorontalo, di ruang Bidang Bina Marga Kantor PUPR Kota Gorontalo.(f/abink).

RadarGorontalo.com – Mungkin ini rekor penetapan jumlah tersangka terbanyak dalam kasus korupsi. Sedikitnya ada 68 orang yang sudah ditetapkan tersangka oleh Kejati Gorontalo, dalam kasus dugaan korupsi 7 ruas jalan di Kota Gorontalo. Dan Kamis (12/7), Tim Pidana Khusus Kejati, menyita sedikit 7 kardus berisi dokumen penting, usai menggeledah ruangan Bina Marga di Kantor PUPR Kota Gorontalo. “Ada 10 orang yang tergabung dalam Tim Pidsus ini, dipimpin langsung oleh Kabag TU Marselo, yang berhasil menyita dokumen penting berkaitan dengan empat ruas jalan yang sedang diperiksa Kejati Gorontalo,” ujar Kasi Penkum Kejati Gorontalo Yudha Siahaan.

Penggeledahan yang dilakukan Tim Pidsus di Kantor PUPR Kota Gorontalo, sedikit berlangsung dramatis. Tiga mobil merek Avansa, Inova dan Kijang, alat transportasi penyamaran Tim Pidsus, membuat suasana Kantor PUPR Kota Gorontalo berubah. Ketika mendarat di halaman parkir Kantor PUPR Kota, jelang waktu makan siang Aparatur Sipil Negara (ASN). Sejumlah pegawai yang tadinya berniat untuk mengentikan pekerjaan mereka, dan hendak makan siang. Terpaksa mau tidak mau, melayani tamu istimewa dari Kejati Gorontalo, yang hadir dengan mengenakan rompi khusus bertulisan Tim Pidus di belakangnya.

Tak hanya makan siang tertunda, akan tetapi semua pekerjaan di ruang Bidang Bina Marga PUPR Kota Gorontalo, dihentikan sementara. “Sebelum melakukan penggeledahan dan pemeriksaan, kami terlebih dahulu membuat berita acara dengan pihak isntansi terkait, atas tugas yang kami jalankan,” jelas Yudha.

Ditandai dengan penandatanganan berita acara antara Tim Pidsus Kejati Gorontalo, dengan PUPR Kota Gorontalo. Seremonial dari aktivitas itu, sebagai simbol resminya tugas yang dilakoni Tim Pidus Kejati Gorontalo, pun berlangsung baik. Penyegelan pintu masuk ruang Bidang Bina Marga PUPR Kota Gorontalo, menjadi langkah awal Tim Pidsus membongkar satu persatu lemari, tempat penyimpanan dokumen penting di ruangan tersebut. Sedangkan ruangan kerja Kadis PUPR Kota Gorontalo sendiri, dijadikan sebagai tempat pengumpulan sejumlah dokumen penting yang disitia Tim Pidsus Kejati Gorontalo.

Belum juga berlangsung lama dari pukul 11.00 WITA tadi, bundelan dokumen penting dari ruang Bidang Bina Marga, mulai dipindahkan ke ruang kerja Kadis PUPR Kota Gorontalo. Aktivitas itu menjadi tontonan gratis jajaran ASN PUPR Kota Gorontalo, yang menampilkan wajah-wajah risau dan panik. “Banyak skali ini berkas dorang bawa di ruangan li Kadis,” kicau beberapa ASN yang menyaksikan seorang petugas Pidsus memboyong dokumen penting dari ruangan Bina Marga ke ruang kerja Kadis PUPR Kota.

Yudha menjelaskan, tugas yang dijalankan Tim Pidsus Kejati Gorontalo ini, dalam rangka melengkapi dokumen penting masih diperlukan oleh penyidik. Dan sebelumnya pihak penyidik Kejati Gorontalo, sudah meminta pihak PUPR Kota Gorontalo untuk melengkapinya. Hanya saja, permintaan itu terus berlarut-larut, maka Tim Pidsus pun dengan terpaksa diturunkan melakukan penyitaan dokumen penting itu. “Karena belum juga dikirim-kirim oleh PUPR Kota Gorontalo, kami pun ditugaskan menjemput dan menyita dokumen penting yang kami butuhkan itu, di Kantor PUPR Kota Gorontalo,” tegas Yudha.

Diketahui, secara jelas dugaan kasus korupsi yang ditindak lanjuti oleh Kejati Gorontalo ini. Diantaranya, Tindak pidana korupsi pada proyek 7 paket peningkatan pekerjaan jalan rambutan sebesar Rp 19.440.000.000 oleh PT Bumi Mata Kendari pada Dinas Pekerjaan Umum Kota Gorontalo tahun anggaran 2015. Hingga kini ada 18 tersangka. Tindak pidana korupsi pada proyek 7 paket peningkatan pekerjaan Jalan Delima sebesar Rp 8.772.000.000 oleh PT Karunia Jaya pada Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Gorontalo tahun anggaran 2015. Telah ada 18 tersangka. Tindak pidana korupsi pada proyek 7 paket peningkatan pekerjaan Jalan Beringin-II sebesar Rp 2.535.535.000 oleh PT Fathir Karya Tama pada Dinas PU Kota Gorontalo tahun anggaran 2015. Telah ada 14 tersangka. Tindak pidana korupsi pada proyek 7 paket peningkatan pekerjaan Jalan Beringin-I sebesar Rp 23.414.430.000 oleh PT Lia Bangun Persada pada Dinas PU Kota Gorontalo tahun anggaran 2015. Sudah ada 19 tersangka.(rg-62).

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.