Kata Presiden Rusli Keren

Rusli Habibie bersama kru Gotiv dan Rum Kono serta Tantowi Yahya, di pembukaan Munas Golkar
Rusli Habibie bersama kru Gotiv dan Rum Kono serta Tantowi Yahya, di pembukaan Munas Golkar

Gorontalo Bintang di Munas

NUSA DUA (RadarGorontalo.com) – Masih ingat tahun 2014 ketika Rusli Habibie jadi bintang di Rakernas Partai Golkar. Waktu itu Rusli jadi pusat perhatian peserta karena Aburizal Bakrie (ARB) sampaikan Gorontalo jadi percontohan secara nasional, tentang solidnya partai Golkar yang membuahkan kemenangan di Pileg dan Pilpres kala itu. Maka di Munaslub Nusa Dua Bali, Sabtu (15/5), Rusli juga kembali jadi bintang. Bahkan kali ini tak hanya ARB, pujian datang dari Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) yang hadir pada Munaslub tersebut. “Keren Rusli, Gorontalo keren,” puji Jokowi, ketika bersalaman usai pembukaan Munaslub Golkar malam itu. Jokowi memuji Rusli setelah menyaksikan performa Gorontalo Inovasi (Gotiv), menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dan lebih mantap menurut Jokowi ketika Gotiv membawakan lagu Indonesia Manise, yang memang secara khusus dipersembahkan ARB dimasa akhir kepemimpinannya sebagai Ketua Umum DPP Golkar, kepada Presiden Jokowi.

Tak sampai disitu, pujian dan ucapan selamat terus dialamatkan kepada Rusli Habibie. Bagaikan artis, Rusli banjir permintaan foto bersama maupun foto selfie. “Sukses, terima kasih pak Gubernur yaaa, mantap Gorontalo,” ucap Tina Talisa, salah satu pembawa acara Munaslub tersebut. Ucapan yang sama juga datang dari pengurus DPP Golkar Tantowi Yahya. Bahkan usai memuji, Tantowi minta berfoto bersama Rusli bersama Gotiv.

Jangan bilang Rusli kalau tidak pintar manfaatkan momen. Bagaimana tidak, kehadiran ketua-ketua partai, beberapa Menteri dan petinggi DPP ternyata ia manfaatkan untuk melakukan kemunikasi politik, lobi-lobi politik jelang Pilgub Gorontalo 2017 mendatang. Seperti halnya Ketua Umum Partai Hanura Wiranto, Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Luhut Binsar Pandjaitan, Wakil Ketua DPP Yorrys Raweyai, kedelapan calon Ketua Umum dan masih banyak lagi kemunikasi politik yang Rusli lakukan di momen Munaslub tersebut. Rusli sendiri, ditunjuk menjadi mediator untuk Golkar Indonesia timur.

Sementara itu, pidato Presiden Jokowi menyatakan bahwa dirinya tidak berpihak dalam pemilihan ketua umum Partai Golkar. Jokowi mengaku banyak mendapat keluhan terkait sejumlah tokoh pemerintah yang dinilai ikut campur urusan internal Partai Golkar. “Saya mau blak-blakan. Banyak yang tanya ke saya, komplain ke saya. ‘Pak Presiden, kenapa Menko Polhukam (Luhut Pandjaitan) mengumpulkan DPD-DPD (Partai Golkar)’,” kata Jokowi membuka pidatonya malam itu. Saat itu, Jokowi berusaha memahami posisi Luhut, yang sebelumnya merupakan tokoh di partai berlambang beringin itu. “Saya jawab, ‘Pak Luhut itu kan dulu di Dewan Pertimbangan Partai Golkar’,” ujar Jokowi.

Tidak hanya soal Luhut, Jokowi juga mengaku bahwa keluhan muncul saat Wakil Presiden Jusuf Kalla diketahui mengumpulkan sejumlah DPD Partai Golkar. Ia juga memaklumi karena JK pernah menjadi ketua umum Partai Golkar. Ketika mendengar jawaban Jokowi, kemudian banyak yang menanyakan mengenai sikap Jokowi menanggapi Munaslub Partai Golkar ini. “Tanyanya, ‘Terus Istana gimana? Istana di mana?’ Saya jawab, ‘Ya di Jalan (Medan) Merdeka Utara’,” ujar Jokowi yang disambut tawa peserta Munaslub.

Sementara itu, ARB lewat sambutannya menyampaikan bahwa gelaran munaslub untuk memilih ketua umum baru tidak dipaksakan. Lantaran, kata Aburizal, dualisme partai telah berakhir dengan adanya keputusan dari SK Kemenkumham memperpanjang Golkar Munas Bali dan mengimbau menggelar munaslub. Ical tak menampik, dirinya bisa saja menjalankan kembali kepemimpinannya. Namun, dia tak meginginkannya dan lebih memilih menyerahkan kursi ketua umum kepada kader Golkar baru. “Saya lebih memilih jeneng daripada jumeneng (nama baik daripada kedudukan). Bukan untuk saya dan keluarga tapi untuk kebesaran partai,” ujar Aburizal. Bagi mantan Menkokesra ini, kekuasaan yang diraihnya hanya sekedar intrumen pencapaian tujuan. Karena itu, munaslub harus dijadikan momentum untuk kembali membangun partai yang terpecah selama setahun. “Semangat perdamaian, tali persahabatan di atas segalanya,” ujarnya. Kepada Rusli Habibie, ARB menyampaikan terima kasihnya atas partisipasi Rusli dalam mensukseskan munaslub, dengan mendatangkan Gorontalo Inovasi. Pada munaslub ini, dibawah koordinasi Rusli Gorontalo memboyong 215 personil terdiri dari peserta penuh, peserta peninjau maupun pengikut, dengan jumlah sebagai berikut. Kabgor 40 orang, Boalemo 25 orang, Pohuwato 30 orang, Gorut 20 orang, Bonbol 25 orang, Kota Gorontalo 30 orang serta DPD 1 Golkar 45. (rg-50)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *