Karawo di New York Fashion Week

ilustrasi (Anwar/RG)

RadarGorontalo.com – Karawo terus didorong promosinya. Jika sebelumnya, Karawo mulai dikenal di kancah Nasional, kini karawo, akan naik level Internasional. September nanti, Karawo menjadi satu dari tiga utusan Indonesia, yang akan tampil di iven New York Fashion Week 2017. Ini tak lepas dari peran Bank Indonesia perwakilan Gorontalo yang sejak awal menaruh perhatian khusus terhadap kerajinan pakaian khas Gorontalo itu. Disisi lain, inilah cara BI untuk mendorong potensi ekonomi dari sektor UMKM.

Seperti diketahui, New York Fashion Week sendiri adalah salah satu ajang pagelaran busana dunia terbesar. Seluruh desain busana yang ditampilkan, akan diulas oleh majalah-majalah fashion internasional yang bisa mempengaruhi trend busana dunia. Bukan mustahil, lewat iven ini Karawo akan dikenal luas, dan memberikan multi efek untuk Gorontalo, khususnya dari sisi ekonomi.

Deputi Kepala BI Gorontalo Dr. Suryono menjelaskan alasan kenapa pihaknya begitu getol mendorong pengembangan sulaman karawo. Menurutnya, bicara soal Karawo ada dua sisi. Pertama, ini adalah bentuk penghargaan terhadap budaya lokal, kedua karawo juga mengandung potensi ekonomi. Kalau ditotal ada sekitar 4500 san pengrajin Karawo di Provinsi Gorontalo. Dan ini peluang untuk menambah penghasilan di luar sektor pertanian. “harapan kami ada sinergi dengan pemprov. Upaya dari semua lini kami push ke depan,” ujarnya, usai penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) program pengembangan UMKM Unggulan antara Pemprov dengan Bank Indonesia serta beberapa bank umum di Gorontalo, Selasa (18/4).

Bahkan kata Doktor yang disertasinya bercerita soal karawo itu mengatakan, tahun 2017 pihaknya akan bangun gerai karawo, begitu juga pelatihan-pelatihannya. Dan jangan lupa, Gorontalo satu diantara yang sedikit yang dipilih dan disetujui proposalnya oleh panitia New York Fashion Week. “di Indonesia hanya tiga daerah saja,” ungkapnya. Dan waktu Indonesia Fashion Week, karawo juga sudah diikutkan. “Ini kebanggaan bagi Gorontalo. tak boleh kalah dengan batik. saya orang solo saya cinta batik, tapi saya lebih cinta karawo. Kebetulan disertasi saya tentang Karawo. Saya akan bangga melihat karawo mendunia seneng saya.. terkadang saya sindir pejabat karena gak pakai karawo,” timpal Suryono yang menyematkan ornamen karawo dalam gedung BI Gorontalo yang baru. Bahkan dirinya juga akan memberikan rekomendasi yang kuat, agar ornamen Karawo bisa dipasang juga di gedung BI Pusat.

Karawo Tampil Casual

Sementara itu, Agus Lahinta salah seorang desainer karawo mengatakan, nantinya di New York Fashion Week 2017 itu, bersama Yurita salah seorang desainer, pihaknya akan menampilkan karawo dengan gaya lebih casual, menyesuaikan dengan tema yang diangkat yakni spring season. Bahan yang digunakan pun sejenis katun, hanya saja yang dipilih adalah bahan premium. Ornamennya pun menggunakan motif baru. “kebetulan kami punya kenalan dengan pabrik pemasok, dan bahannya sudah dites pengrajin dan bisa di karawo,” tambahnya lagi.

Masih kata Agus, tak cuma karawo, nantinya seluruh model yang memperagakan busana karawo akan dilengkapi dengan ornamen-ornamen adat Gorontalo. Bagi pemilik Rumah Karawo ini, ada dua keuntungan yang bisa diraih lewat pagelaran busana terbesar di dunia itu. Pertama ajang promosi Gorontalo, dan kedua adalah mendapatkan buyer atau pembeli. Nah, pembeli dari luar negeri, tak mungkin cuma beli satu atau dua, tapi mereka bisa beli ribuan koleksi karawo. “saya sangat mengapresiasi Bank Indonesia Gorontalo, karena mampu mendorong karawo masuk level internasional,” pungkasnya. (rg-34)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *