Kantor Walikota Pindah ke Eks Terminal 42, 2019 Kota Akan Lebih Baik

Marten Taha

RadarGorontalo.com – Sebagai ibukota, Pemerintah Provinsi Gorontalo menaruh perhatian khusus terhadap Kota Gorontalo. Sedikitnya, ratusan milyar siap dikucurkan pemerintah provinsi di 2019 nanti, guna membantu pembangunan infrastruktur daerah yang dipimpin Walikota Marten Taha ini. Sedangkan infrastruktur yang tidak bisa ditalangi lewat APBD, pembiyaanya akan menggunakan skema KPBU. Salah satunya adalah adalah pembangunan Balai Kota yang baru di eks Terminal 42 Andalas. “

Tahun 2019, kami prioritaskan ke Kota Gorontalo dulu, untuk penuntasan sinergitas program kegiatan bantuan dari Pemerintah Provisni Gorontalo. Memang penunjukkan ini sempat menuai protes dari pemerintah daerah lain, salah satunya adalah Pemerintah Kabupaten Bone Bolango. Namun, karena keterbatasan anggaran yang dimiliki Pemerintah Provinsi Gorontalo, maka kami hanya memperioritaskan satu daerah dalam satu tahun.

Dan fokus program kegiatan yang kami siap bantu di Pemerintah Kota Gorontalo itu, diantaranya, mengenai air bersih, infrastruktur dan penerangan jalan,” ujar Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, ketika memimpin rapat evaluasi sinergitas kerja, antara Pemerintah Kota dengan Pemerintah Provinsi. Minggu (09/09) kemarin, di kediaman pribadinya.

Rapat itupun dimanfaatkan Walikota Marten Taha untuk mengusulkan sedikitnya empat poin usulan terkait pembangunan infrastruktur di kota. Diantaranya, kondisi kantor Pemerintahan Kota Gorontalo yang tidak representatif lagi. Baik kondisi bangunannya, maupun lokasinya. Sarana perekonomian, seperti pasar sentral dan kawasan pusat Kota atau Pasar Setya Praja, dalam kondisi yang cukup memprihatinkan dan mengurangi daya tarik konsumen.

Kemudian potensi wisata yang ada belum tertata secara optimal, untuk menarik minat wisatawan dan investor. Selain itu, jalan dalam kota belum tertata dengan baik, sehingga mempengaruhi kenyamanan pengguna dan keindahan kota. Sistem drainase kurang baik, sering menimbulkan genangan pada kawasan-kawasan pusat aktifitas. Kapasitas pasokan air bersih, pada kawasan-kawasan permukiman sangat terbatas.

Terakhir, sebagian ruas jalan belum dilengkapi lampu penerangan jalan, menimbulkan kerawanan bagi penggguna jalan. “Dari tujuh poin permasalahan yang sekarang ini di Kota Gorontalo. Ada empat poin inti yang kami usulkan, ke Pemerintah Provinsi Gorontalo. Diantaranya, pembangunan Kantor New Balai Kota Gorontalo di Eks Terminal 42, penataan kawasan wisata, penataan pusat perdagangan, penataan jalan-jalan simpang strategis dalam Kota. Serta, penataan drainase, peningkatan kapasitas air bersih, penataan lampu penerangan jalan dan penataan kawasan kumuh,” ujar Marten. (Abink)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *