Kampanye Door to Door Masih Efektif

Salah satu kegiatan sosialisasi sekaligus kampanye caleg perempuan dari PAN, Silfana Saidi, dengan door to door menjumpai masyarakat di dapilnya. (foto: fikri/RG-2019)

RadarGorontalo.com – Keterwakilan para calon-calon anggota legislatif (caleg) perempuan yang akan berlaga di Pemilu Legislatif (Pileg) 2019, patut diapresiasi perjuangan mereka yang tiada henti, dalam menjaring konstituen dan dukungan masyarakat.

Buktinya, dalam dua bulan menjelang hari ‘H’ tahapan pencoblosan dan pemungutan suara di TPS, ragam sosialisasi dan kampanye yang mereka lakukan, kian mendapat sambutan dan keterterimaan yang hangat di berbagai daerah pemilihan (dapil) yang tersebar di provinsi Gorontalo.

Dimana, tidak dipungkiri metode atau sistem door to door atau dari pintu ke pintu, dinilai ternyata lebih efektif mendulang keterterimaan masyarakat. Mereka tidak saja mengenal lebih dekat setiap calon yang akan mereka pilih.

Dan menjaring satu demi satu program, serta visi misi yang ditawarkan oleh masing-masing calon tersebut. Namun lebih dari itu, masyarakat pun turut mendapat pembelajaran atau nilai-nilai edukatif akan pemahaman berdemokrasi.

Seperti halnya, kegiatan sosialisasi sekaligus agenda kampanye yang dilakukan oleh srikandi PAN di kabupaten Boalemo, Silfana Saidi. Dia kian menuai keterterimaan yang begitu banyak dari masyarakat, saat menyambangi masyarakatnya dari satu desa ke desa yang lain.

Menggulirkan visi misi dan program kerja-nya, agar lebih detail terserap dan dipahami konstituen masyarakatnya. Yang kelak, itu akan dikawal dan diperjuangkan, jika dirinya terpilih di parlemen Puncak Botu periode 2019-2024 mendatang.

Tidak hanya Silfana, di ranah caleg perempuan yang bertarung ke kursi DPD RI, seperti yang dilakukan oleh Oktafina Pikoli. Turut mengakomodir sistem door to door, menjumpai ragam unsur dan kelompok masyarakatnya.

“Door to door dalam melakukan kampanye, dinilai masih lebih efektif. Karena, dari setiap penjabaran akan visi misi dan program-program kami, akan lebih fokus terterima dan dimengerti oleh masyarakat pemilih.

Sehingga, mereka akan lebih mengetahui dan turut mengawal, jika tiba saatnya setiap program dan visi misi itu, akan dijalankan di masa periode siapa saja keanggotaan legislatif, selama 5 tahun nanti,” jelas Oktafina Pikoli. (ay1)

Share

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *