Kalah Pilkada, Maju Pileg

ilustrasi (Anwart/RG)

RadarGorontalo.com – Apa langkah mundur dari para calon kepala daerah jika mereka gagal di pilkada. Satu satunya jalan adalah banting stir ke pileg, karena banyak dari mereka adalah mantan Aleg. Kendati demikian, jalan alternatif itu tidaklah gampang, selain jeda waktu yang mepet, proses di dalam partai juga tidaklah mudah.

Dari para calon yang bertarung ini, sebut saja Thomas Mopili dan Roni Imran. Keduanya, kemungkinan besar memilih maju lagi sebagai Caleg, baik itu DPRD maupun Deprov. Sedangkan Indra Yasin, tidak akan maju di Pileg.

Demikian juga Marten Taha dan Rum Pagau, juga bisa ke Pileg. Sedangkan Adhan Dambea sepertinya tidak akan maju ke pileg, karena 5 tahun lalu, saat gagal di Pilwako, Adhan juga tidak ikut pileg.

Jika melihat waktu pencoblosan pilkada serentak jatuh tanggal 27 Juni 2018. Sedangkan tahapan pemasukan daftar calon sementara anggota DPR RI – DPR Provinsi – DPR kabupaten/kota, itu dimulai pada 4 Juli hingga 17 juli. Atau masih ada jeda 13 hari bagi para calon kepala daerah yang kalah, untuk buru-buru merapat ke partai, dan maju kembali sebagai caleg.

Kendati demikian, untuk diakomodir sebagai caleg, itu persoalan tersendiri. Pasalnya, saat ini hampir rata-rata partai, sudah selesai menentukan siapa saja figur yang akan diusung. Dan putusan itu sudah diplenokan. Menurut sumber dari salah satu parpol, untuk merubah komposisi caleg kembali bukan pekerjaan mudah. Alih alih ingin meraih kursi, tapi justru memicu konflik di internal partai. Kendati demikian, tidak ada yang mustahil. Partai bisa saja mengakomodir figur yang kalah di pilkada untuk maju di Pileg. (rg-34)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *