Kalah Pilkada, Maju BaCaleg

RadarGorontalo.com – Asal punya modal cukup, para figur yang bertarung di Pilwako atau Pilbup Gorut 2018 masih punya kesempatan untuk tetap eksis di panggung politik. Para petarung yang kalah, bisa memanfaatkan dukungan yang didapatkan untuk melaju ke kursi legislatif.

Dan bukan tidak mungkin, jika suara yang diraih cukup signifikan, jangankan kursi di Deprov, mereka pun bisa melaju ke senayan. Hanya satu syaratnya, si calon harus punya modal panjang. Menurut Komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi menerangkan, peluang itu terbuka karena desain pendaftaran calon anggota legislatif (caleg) dilakukan setelah pelaksanaan pemungutan suara pilkada. Dengan demikian, jika kalah di pilkada, mereka diperbolehkan maju sebagai caleg. ”Dalam desain kita, pendaftaran caleg dibuka tiga hari setelah pemungutan suara pilkada,” ujarnya di kantor KPU, Jakarta, kemarin (4/7).

Pram –sapaan Pramono– menjelaskan, desain tersebut merupakan masukan dari pemerintah dan DPR. Dia membantah tudingan bahwa desain itu dilakukan untuk mengakomodasi kemungkinan adanya politisi kutu loncat. ”Kita tidak bisa menyebut. Itu kan penafsiran orang, bukan kata saya ya,” imbuhnya.

Mantan ketua Bawaslu Banten tersebut juga memastikan, kalaupun ada calon kepala daerah yang membelot jadi caleg seusai pemungutan suara, hal itu tidak akan menimbulkan kerumitan teknis. ”Misalnya, laporan dana kampanye (pascapilkada, Red) biasanya kan yang kerjain itu tim kampanyenya. Bukan calonnya,” imbuh dia.

Meski demikian, hal itu masih belum diputuskan secara final. Sebab, pengesahan peraturan KPU (PKPU) tentang tahapan dan jadwal masih menunggu disahkannya Undang-Undang Pemilu.

Sementara itu, Ketua KPU Arief Budiman menjelaskan, dua PKPU yang sudah diserahkan bakal dibahas bersama pemerintah dan DPR pekan depan. ”Kalau sampai pekan kedua belum dilakukan rapat konsultasi, kita akan ajukan permohonan lagi dan supaya dilakukan di pekan ketiga,” ujarnya.

Konsultasi tahapan Pemilu 2019, terang Arief, harus segera dilakukan. Pasalnya, dibutuhkan waktu tidak sedikit untuk menyusun jadwal. Tahapan pemilu dimulai 1 Oktober mendatang, sementara dibutuhkan waktu untuk melakukan sosialisasi kepada partai politik. ”Tak ada waktu tambahan lagi,” tuturnya. (rg/far/c9/fat)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.