Jika Partai tak Penuhi PT 4 Persen, Bisa Batal ke DPR RI

RadarGorontalo.com – Naiknya menjadi 4 persen secara nasional, merupakan sebuah kabar buruk bagi partai politik. Pasalnya jika parpol tak bisa penuhi batas ambang itu, maka tak bisa mengirimkan kadernya ke DPR RI. Pada pemilu tahun 2014, PBB dan PKPI menjadi korbannya. Padahal kala itu, batas ambang baru 3,5 persen. Dan jika melihat hasil survey LSI yang dirilis belum lama ini, tak cuma partai baru yang terancam, partai senior pun ada yang bakal ikut jadi partai gurem.

Pasal 414 UU No 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum mengatur bahwa partai politik peserta pemilu harus memenuhi ambang batas perolehan suara parliamentary treshold (PT) paling sedikit 4 persen dari jumlah suara sah secara nasional untuk diikutkan dalam penentuan perolehan kursi di DPR di seluruh daerah pemilihan. Mereka hanya berhak untuk diikutsertakan dalam penentuan perolehan kursi anggota DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota. Bisa jadi, sudah capek-capek berkampanye di daerah dan meraih suara banyak, tapi tak bisa ikut ke DPR RI, hanya gara-gara secara nasional PT tidak tembus 4 persen. Dan ini harus diwaspadai, oleh para caleg.

Dikutip dari jawa pos, Golkar memang berada pada posisi aman di survey kali ini. ”Untuk kali pertama, Golkar mampu meraih dukungan di atas perolehan suaranya pada Pemilu 2014 (saat itu 14,75 persen),” kata Rully Akbar, peneliti LSI Denny J.A., di Jakarta kemarin (24/1).

Rully menilai, kenaikan tersebut tidak lepas dari lengsernya Setya Novanto. Di sisi lain, sosok Airlangga yang menjadi suksesor dinilai memberikan harapan baru. Jika Golkar bisa menjaga momentum atau bahkan memperbaiki kinerja dengan menggalakkan program kerakyatan, bukan tidak mungkin bisa menjadi penantang yang serius bagi PDIP.

Saat Golkar menikmati kenaikan elektoral, sejumlah partai justru berada di ujung tanduk. Menurut survei LSI Denny J.A., baru enam partai yang diyakini meraih 4 persen dan bisa melenggang ke parlemen (sesuai parliamentary threshold). Yakni, PDIP (22,2 persen), Golkar (15,5 persen), Gerindra (11,4 persen), Demokrat (6,2 persen), PKB (6,0 persen), dan Nasdem (4,2 persen). Sedangkan PKS, PAN, PPP, Hanura, dan sejumlah partai gurem seperti PBB dan PKPI masih di bawah 4 persen.

Kendati demikian, sejumlah parpol salah satunya PKS, tak khwatir dengan hasil survey itu. Masih ada waktu untuk meyakinkan warga, demi menaikkan elektabilitas. Sementara itu, Pada pemilu tahun 2019, jumlah kursi yang diperebutkan oleh partai politik sebanyak 575 kursi. Jumlah tersebut mengalami penambahan 15 kursi dari yang saat ini sebanyak 560 kursi. Penambahan jumlah kursi tersebut didistribusikan di beberapa provinsi di luar Jawa, seperti Jambi, Lampung, kalimantan Barat, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara dan Nusa Tenggara Barat. (rg-50)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *