Jika Ingin Suara besar di Kabgor, Golkar Harus Putar Otak

Ketua DPD 1 Golkar Rusli Habibie saat melakukan kampanye (foto-dok)

RadarGorontalo.com – Mundurnya mantan Bupati Kabupaten Gorontalo, David Bobihoe Akib dalam daftar caleg partai Golkar DPRD Provinsi Gorontalo, merupakan musibah buat Partai Golkar. Pasalnya partai Golkar Kabupaten Gorontalo butuh tokoh yang cukup berpengaruh untuk menaikkan elektabilitas partai Golkar. Mantan aktivis yang juga alumni fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gorontalo, Jefri Polinggapo menilai hal itu bisa dikatakan masalah bagi partai beringin khususnya di Kabupaten Gorontalo.

Sebab setelah era Rustam Akili, Kabupaten Gorontalo sangat butuh tokoh potensial untuk berbicara dipentas politik level DPR Provinsi, dan itu ada pada David Bobihoe. ” Bisa dibilang, Golkar ‘Terselamatkan’ dengan adanya pak David di Golkar utusan Kabupaten Gorontalo di level Deprov. Karena hadirnya pak David seakan menggantikan Rustam yang hengkang dari partai Golkar. Meraup suara besar mungkin akan susah diraih oleh partai Golkar jika bicara pentas DPR Provinsi, Golkar akhirnya jadi miskin tokoh kelihatannya, ” tukas mantan presiden BEM UG yang kini menjabat sebagai Staf ahli Yayasan DLP-UG.

Tentunya dengan waktu yang sudah tidak lama ini DCT ditetapkan, ditambah aturan KPU dalam mekanisme pengganti Bacaleg. Maka Golkar harus putar otak, bila partai besutan Airlangga Hartanto ini ingin meraih suara maksimal dalam Pileg pentas DPR Provinsi. ” Ya, bukan untuk meragukan kapasitas para tokoh caleg Deprov dari partai Golkar, tapi memang tokoh berpengaruh sangat dibutuhkan Golkar saat ini, apalagi Dapil Kabupaten Gorontalo dihuni oleh para caleg caleg potensial mewakili ketokohan ketokohan masyarakat Kabupaten Gorontalo, ” ujar Jefri bijak. (RG53)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.