Jemmy si Ayam Kampung

Jemmy Mamangkey

Sulung dari dua bersaudara ini, sangat penurut pada ibunya. Sejak kecil dia sudah ditinggal sang Ayah. Tetapi Jemmy Mamangkey punya semangat berjuang yang luar biasa.

Sejak muda dia sudah marantau kemana-mana, bahkan dia lama berada di Bali. Semua bisnis digelutinya, tetapi nampaknya dia punya hoki di dunia politik. Jima begitu dia biasa dipanggil, ketika remaja dia hidup di atas motor.

Dia memang suka balap, baik resmi maupun balapan liar. Makanya, banyak orang kaget ketika Jima “banting stir” ke dunia politik. Dia tak mengandalkan uang semata, ketika pertama kalinya bertarung di Pileg.

Karena Jima memang seorang aktivis selama menjadi mahasiswa di UG. Dia aktif di berbagai kegiatan organisasi dan juga sering turun ke jalan, demo.

Jadi, sesungguhnya anak Moodu ini memang punya landasan yang kuat untuk menjadi politisi. Dulu, di Dekot ada dua orang Cina, tetapi pada Pileg lalu yang bertahan tinggal Jemmy.

Yang luar biasa Jemmy tidak mengandalkan pemilih dari warga keturunan. Pasalnya, dia berada di dapil Kota Timur. Tetapi karena sejak kanak-kanak dia sudah bergaul luas.

Menariknya, Jemmy tak bergaul dengan kalangan orang Cina, dia bermain, bahkan berkelahi dari kampung ke kampung. Benar-benar ayam kampung, terbiasa dengan hidup yang keras dan tak manja.

Jemmy memang selalu berpenampilan necis, orangnya juga tertib. Meski sekarang dia sudah jadi Aleg, namun Jemmy tidak pernah lupa akan sahabat-sahabatnya.

Setiap saat dia selalu membuka pintu untuk sahabatnya. Itulah sebabnya, selama beberapa periode dia tak tergeserkan dari Dapil Kota Timur. Aleg dari Partai Demokrat yang satu ini cukup keras dalam mempertahankan apa yang dianggapnya benar. ***

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *