Jelang Ramadhan, Pemprov Gorontalo Bentuk Satgas Atasi ‘Pedagang Nakal’

RadarGorontalo.com – Mengatisipasi kenaikan harga bahan pokon jelan ramadhan, yang setiap tahunnya selalu terjadi, maka pemerintah kembali melakukan operasi pasar dan pemantauan langsung dilapangan. Asistenn Pemerintahan Setdaprov Anis Naki, mengatakan naiknya harga menjelang ramadhan setiap tahunnya selalu menimbulkan kekhawatiran masyarakat. Spekulan-spekulan yang memainkan harga sering menyebabkan harga sembako merangkak naik pula yang ujung-ujungnya menyengsarakan masyarakat terutama pada kalangan kurang mampu.

“Menjelang bulan ramadhan dan lebaran nanti pemerintah Provinsi Gorontalo terus mengawasi apabila akan ada harga barang yang akan naik, ini merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat. Stok sembako yang ada di provinsi Gorontalo saat ini cukup sampai lebaran nanti.

Konsumsi beras masyarakat Gorontalo perbulannya sekitar 10236 ton sedangkan stoknya ada sekitar 30 ribu ton dan produksi daerah sendiri sekitar 6 ton sehingga untuk stok beras kita surplus sekitar 26 ribu ton,” jelas Anis usai melakukan Video Conference yang diadakan Kepolisian Republik Indonesia di ruang Teleconference Polda Gorontalo, Rabu (3/5).

Dikatakan, saat ini suplai sembako untuk Provinsi Gorontalo menjelang ramadhan sampai hari raya Idul Fitri nanti terbilang cukup tersedia. Kepastian ini diketahui ketika diawali kunjungan kerja dari Tim Kementerian Perdagangan beberapa waktu lalu dan telah mengunjungi beberapa lokasi diantaranya pasar tradisional, bulog, distributor, pelabuhan hingga ke mall yang ada di Gorontalo.

Lanjut Anis, pemerintah telah melaksanakan operasi pasar terkait naiknya harga cabe dengan menjual cabe 40 ribu per kg yang dampaknya bisa terasa pada harga barang-barang lainnya. Terkait adanya penimbunan barang oleh oknum-oknum tertentu, Anis menngatakan jika hal tersebut terjadi maka akan dibentuk satgas yang akan berkerja sesuai dengan regulasi yang ada untuk mencegah para spekulan, monopoli maupun hal-hal yang dipraktekkan oleh pedagang atau penjual yang tidak bertanggungjawab. (RG-25)

Share

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *