Jelang Pilrek 2018, UNG Mulai ‘Panas’

ilustrasi by anwar

RadarGorontalo.com – Suksesi pemilihan rektor (Pilrek) memang masih satu tahun lagi, tapi suhu politik di internal Universitas Negeri Gorontalo (UNG) mulai menghangat, bahkan tak kalah dengan pilwako. Pilrek kali ini, memang lebih menarik untuk diikuti, karena tidak ada kandidat yang paling menonjol, alias semua punya kekuatan yang sama.

Sebelumnya, pasca Nelson Pomalingo banyak para doktor dan guru besar yang memenuhi syarat pencalonan, hanya saja kala itu yang paling menonjol adalah Syamsu Qamar Badu, yang kemudian terpilih berturut-turut dua periode sebagai rektor UNG. Menariknya, setelah Syamsu, rata-rata figur yang ingin maju bisa dibilang kekutannya sama. Menurut sumber resmi, saat ini suhu politik di kampus UNG terus menghangat. Wacana hingga aksi dukung mendukung, mulai jelas terlihat.

Ada kemungkinan, mereka yang tidak terpilih di 2014 silam, akan mencalonkan diri kembali. Sebut saja, Dr. Usman Moonti, Prof.Dr Sayama Malabar, Prof. Dr. Anshar Made, Dr. Sastro Wantu, Prof. Dr. Ishak Isa, Prof.Dr Ani Hassan, dan Zulzain Ilahude. Selain mereka ada juga nama seperti, Prof. Dr. Hasanaudin Fatsah, Prof. Dr. Sarson Pomalato, Prof. Dr. Yulianto Kadji, serta Prof. Dr. Evi Hulukati.

Tapi tidak menutup kemungkinan, jumlah calon akan berkurang atau bertambah. Mengingat di UNG sendiri, ada lebih dari 100 orang dosen di dalamnya, memenuhi syarat dari sisi pendidikan dan kepangkatan untuk maju di Pilrek.

Memang ada wacana, penentuan akhir ada di Presiden. Tapi kemudian, tidak mengabaikan porsi 65 persen suara senat dan 35 persen suara Menteri Pendidikan. Jika melihat tahapan, kemungkinan suksesi pemilihan rektor UNG itu, akan digelar pertengahan atau akhir tahun 2018 mendatang.

Sesuai Permenristekdikti nomor 1 tahun 2015, proses pemilihan rektor dimulai dari penjaringan, penyaringan, pemilihan, hingga pelantikan. Nantinya, Penjaringan dilakukan oleh panitia penjaringan yang telah ditetapkan, setelah itu penyaringan oleh anggota Senat. Anggota senat antara lain terdiri atas rektor, para wakil rektor, dekan, para wakil guru besar, wakil bukan guru besar, dan ketua lembaga dalam masalah akademik, yaitu lembaga penelitian dan lembaga pengabdian pada masyarakat.

Setelah melalui tahap itu, tiga nama calon diserahkan ke Kementerian dan dilakukan penelusuran terhadap track record mereka. Penelusuran ini biasanya melibatkan Irjen dan Dirjen. Baru setelah itu dilakukan pemilihan bersama dengan porsi suara menteri 35 persen, sedangkan senat persen. (rg-34)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *