Januari-Oktober, 13 Kasus Narkoba Diungkap, Kota – Kabgor Paling Rawan

Rapat Analisa dan Evaluasi kegiatan triwulan III tahun anggaran 2017 tingkat BNNP dan BNNK se Provinsi Gorontalo, di RM Samudera Tilamuta, Senin(9/10). (RONALD RAMPI/RG)

RadarGorontalo.com – Selang bulan Januari-Oktober 2017, Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Gorontalo telah berhasil mengungkap sedikitnya 13 kasus narkoba di wilayah Provinsi Gorontalo. Pengungkapan 13 kasus narkoba ini, melampaui target yang sudah ditetapkan oleh BNN Provinsi Gorontalo. Dimana, pada tahun 2017 ini BNN Provinsi Gorontalo menargetkan 8 kasus yang ditangani. “Dari 8 kasus yang ditargetkan untuk ditangani BNN Provinsi Gorontalo, sesuai data per bulan Oktober sudah mencapai posisi 13 kasus. Artinya, untuk bidang pemberantasan, BNN Provinsi Gorontalo sudah melebihi 5 kasus atau persentasenya mencapai 165 persen,” ungkap Kepala BNNP Gorontalo, Brigjenpol. Drs. Oneng Subroto ketika diwawancarai awak RADAR Gorontalo disela-sela pelaksanaan rapat analisa dan evaluasi kegiatan triwulan III tahun anggaran 2017 tingkat BNNP dan BNNK se Provinsi Gorontalo, di RM Samudera Tilamuta, Senin(9/10).

Subroto menyatakan, 13 kasus yang ditangani oleh BNNP Gorontalo ini, semuanya telah masuk tahap P21 atau penyerahan berkas, barang bukti serta tersangka kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU). Pengungkapan kasus narkoba yang melebihi dari target yang ditetapkan oleh BNNP, menandakan bahwa peredaran narkoba masih begitu tinggi di Provnsi Gorontalo. Nah, terkait hal itu, ketika ditanya soal wilayah yang rentan terhadap kasus narkoba, Subroto menyebutkan kasus narkoba masih didominasi di wilayah Kota Gorontalo dan Kabupaten Gorontalo. Setelah itu, wilayah Pohuwato dan Bone Bolango. Khusus untuk Pohuwato, kata Subroto, memang hingga saat ini belum memiliki BNNK. Meski demikian, BNNP Gorontalo tetap berupaya keras untuk bisa mengungkap berbagai kasus narkoba dengan melakukan koordinasi bersama pihak kepolisian di wilayah setempat.

Selain membeberkan hasil capaian pengungkapkan kasus narkoba, Subroto juga menyampaikan capaian kegiatan bidang pencegahan. Dimana, sesuai laporan dan evaluasi sudah mencapai 95 persen. “Jadi perlu kami sampaikan, hingga triwulan ketiga ini, target capaian dari seluruh program yang telah kita capai berkisar pada 75-85 persen. Itu merupakan data keseluruhan dari seluruh bidang,” bebernya. Dia pun mengungkapkan sedikit menyangkut tujuan pelaksanaan kegiatan yang berlangsung di Kabupaten Boalemo ini, adalah untuk mengevaluasi kinerja BNN Provinsi dan BNN kabupaten/kota se Gorontalo.

Selanjutnya, Subroto mengajak kepada seluruh masyarakat Provinsi Gorontalo untuk bisa bersama BNN dalam memberantas narkoba. Dia berkomitmen untuk bisa membebaskan Gorontalo dari peredaran gelap narkoba. Hal ini juga tak lepas dari instruksi Presiden RI Joko Widodo yang begitu serius dalam memberantas narkoba. “Bagi penjahat narkoba atau bandar, kita tak akan beri ampun. Akan kita tindak tegas. Dan bila melawan, akan ditembak,” tegas Subroto. Sedangkan bagi para pengguna, pecandu atau korban narkoba, nantin akan direhabilitasi supaya tidak menggunakan lagi. (RG-59)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *