Jantung Masih Pembunuh No 1

ilustrasi

RadarGorontalo.com – Memang benar sejak dua tahun berturut-turut yakni di 2015 hingga 2016, penderita penyakit jantung koroner (PJK) di Kota Gorontalo mengalami penurunan yang signifikan, dari 48 sampai 27.

Meski demikian, seperti yang diungkapkan Wakil Direktur (Wadir) Rumah Sakit Aloei Saboe (RSAS) Kota Gorontalo dr. Meydi Sarita, penyakit ini menduduki peringkat teratas, sebagai penyakit yang paling banyak berujung kematian.

Dibandingkan penyakit-penyakit lain, baik yang sifatnya menular atau tidak.

“Memang kami belum melakukan perekapan data berapa banyak yang meninggal akibat menderita penyakit tersebut. Tapi setidaknya kami mengetahui jelas, bahwa tidak sedikit yang meninggal karena menderita penyaki ini, yang banyak diakibatkan karena komplikasi dengan penyakit lain,” ujar Meydi.

“Sesuai data kasus yang kami miliki itu, kebanyak penyakit ini menyerang orang dewasa berusia 40, sedikitnya anak-anak yang masih berusia bocah,” timpalnya.

Selain itu tambah Meydi, gejala penyakit ini seperti terhentinya aliran darah, meskipun hanya sesaat, yang menuju ke jantung, dan mengakibatkan sebagian sel jantung menjadi mati.

Penyebab terbanyak serangan jantung diakibatkan penyumbatan pembuluh darah. PJK terbanyak dan terutama sering diderita pasien, yang gejalanya diawali dengan pembentukan plak di dalam arteri jantung. “Jika jumlah plak meningkat perlahan-lahan dan membuat bagian dalam pembuluh darah menyempit.

Sedikit darah dapat mengalir melaluinya dan keping darah dapat menumpuk di depan plak dan membuat penggumpalan.

Apabila gumpalan itu pecah dan tersendat di bagian pembuluh darah yang menyempit, maka serangan jantung terjadi.

Kebanyakan penyakit jantung koroner, yang menyebabkan terjadinya serangan jantung dikarenakan perilaku dan gaya hidup penderita.

Hal ini termasuk makan makanan tak sehat, tidak banyak bergerak, merokok dan mminum terlalu banyak alkohol,” terang Meydi.

Pasien yang mengalami serangan jantug, itu tandanya gawat darurat. Kondisi pada beberapa menit pertama sangat penting bagi pasien, untuk mendapatkan penanganan dari medis.

Karena pada jam pertama itu, adalah saat dimana medis memperbaiki kerusakan pada organ tubuh akibat serangan jantung.

Gejala yang utama serangan jantung adalah sakit yang sangat pada dada. Sakit bisa saja terjadi pada bahu, perut, dan rahang, suatu serangan jantung selalu merusak otot jantung.

“Penyakit jantung merupakan penyebab kematian nomor satu pada orang dewasa. Penyakit jantung, stroke, dan penyakit periferal arterial merupakan penyakit yang mematikan. Tidak hanya di Gorontalo, tapi di seluruh indonesia penderita penyakit ini terus bertambah,” jelas Meydi.(rg-62)

Berita Terkait

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *