Jangan Pernah Ragu dengan Bawaslu

RadarGorontalo.com – Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI Prof. Dr. Muhammad, menyayangkan sikap sekelompok masyarakat yang terkesan mengintimidasi terhadap penyelenggara pemilu, yang terjadi baru-baru ini. Padahal kata Muhammad, hal itu cukup dikomunikasikan secara baik-baik, dan cara itu lebih terhormat dari pada mengintimidasi. Sehingganya Muhammad, berharap agar dinamika yang terjadi baru-baru ini tidak lagi terjadi. Jika ada hal-hal yang perlu dikomunikasikan dengan Bawaslu dan KPU, dibicarakan dengan baik. “Memang tugas Bawaslu dan KPU memberikan jawaban atas pertanyaan publik, dan memberikan respon terhadap peserta pemilu ataupun partai politik. Tapi tidak boleh kelompok masyarakat manapun, menekan terhadap penyelenggara penyelenggara pemilu,” ujarnya sembari menambahkan, jika insiden ini terjadi lagi, maka pihaknya meminta agar pihak keamanan kedepan harus bertindak tegas jika masih ada upaya-upaya intimidasi seperti itu, dan perlu langsung ditangkap saja.

Dijelaskannya, jangan pernah ragu dengan Bawaslu, karena mereka sudah dibekali bagaimana berkomitemen untuk bekerja netral. Sehingga tidak boleh ada yang menekan ataupun mengintimidasi penyelenggara pemilu, karena mereka sudah bekerja sesuai dengan perintah undang-undang. “Insiden itu terjadi karena ingin menanyakan sesuatu, sebab ada sekelompok masyarakat yang diduga pendukung salah satu pasangan calon, terprovokasi dengan isu yang tidak bisa dipertanggungjawabkan mengenai ada isu rekomendasi pencoretan, padahal tidak ada seperti itu,” urainya.

Jika Bawaslu kata Muhammad, mengeluarkan surat rekomendasi, itu pastinya sudah melewati sebuah proses yang bisa dipertanggungjawabkan, jika memang ada yang tidak terima atas  rekomendasi itu, ada cara baik yang ditempuh. Namun bukan berarti, menggugat institusinya apalagi menggugat orang perorang. “Gugagatlah rekemendasi itu, dengan berpedoman pada aturan,” urainya. Lebih lanjut Muhammad, menegaskan jika terjadi lagi insiden seperti ini, pihaknya akan melaporkan  ke Mabes POLRI, tekait praktek-praktek premanisme. Bawaslu itu lembaga negara, dan dilindungi undang-undang. Saya tegaskan sekali lagi, tidak ada yang bisa menekan Bawaslu ataupun KPU dalam mengeluarkan rekomendasi atau keputusan,” tegasnya. Muhammad pun, berpesan kepada bakal calon dewasalah dalam berpolitik, jangan mengambil cara-cara premanisme karena cara premanisme harus dilawan. Karena dirinya sudah mengintruksikan kepada Bawaslu, jika terjadi lagi hal yang sama maka  akan laporkan secara tegas. “Kalau terbukti dalangnya atau aktornya merupakan salah satu bakal calon, maka kita akan langsung rekomendasikan untuk diskualifikasi dari peserta Pilkada, karena ini menyangkut pidana. Namun untuk kali ini kami sudah anggap sudah selesai, karena Bawaslu sudah menjelaskan isu itu dan sudah bisa diterima,” paparnya.

Saat ditanya bagaimana dengan salah satu pegawai yang diminta oleh sekelompok masyarakat untuk dikelurakan dari Bawaslu karena tidak netral, Muhammad, menegaskan lagi, jika persoalan ada pegawai yang dianggap tidak netral, yang menilai itu internal Bawaslu bukan bakal peserta Pilkada yang mengatur-ngatur penyelenggara. “Kami ada prosedur dan mekanisme tersendiri untuk menilai jajaran kami netral atau tidak, bukan bakal pasangan calon,” tutup Muhammad. (rg-60)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.