Jadi Guru Profesional Tidak Cukup Hanya S1

Wakil Rektor I UNG, Prof. Dr. Mahludin Baruadi, MP, saat memberi sambutan dan arahan pada pembukaan kegiatan Orientasi Peserta PPG Dalam Jabatan Tahap I yang digelar Senin kemarin. Tampak Prof. Mahludin saat menyematkan tanda peserta kepada 2 perwakilan peserta.(foto_rdr)

RadarGorontalo.com-Menjadi seorang guru profesional, tidaklah mudah. Gelar akademik (Sarjana, red) yang diraih, ternyata belumlah cukup untuk menjadi guru profesional, tanpa mengikuti program Pendidikan Profesi Guru (PPG).

“Sesuai dengan program yang dicanangkan oleh pemerintah, ke depan nanti, tidak ada S1 yang bisa langsung jadi guru. Tetapi harus mengikuti proses penjenjangan PPG. Seperti halnya seorang dokter. Setelah meraih sarjana kedokteran, harus mengikuti CoAss terlebih dahulu,” kata Wakil Rektor I UNG, Prof. Dr. Ir. Mahludin Baruadi, MP, saat memberi sambutan pada pembukaan Orientasi Peserta PPG Dalam Jabatan Tahap I yang digelar Senin (27/08).

Terkait dengan keberadaan 19 peserta PPG Dalam Jabatan Tahap I ini, kata Prof. Mahludin, telah melalui beberapa fase. Dan fase-fase yang sudah dilewati itu, kata Prof. Mahludin, telah menjadikan peserta PPG sebagai bagian dari entitas sumber daya manusia yang dibutuhkan dunia pendidikan di masa depan. Pembelajaran daring selama 3 bulan yang sudah dijalani, telah menjadikan para peserta PPG Dalam Jabatan ini, paham akan memanfaatan memanfaatan teknologi informasi dan komunikasi.

“Masih ada 8 minggu lagi waktu yang harus dilalui para peserta. Dalam waktu 8 minggu ke depan, peserta harus mampu mensugesti diri untuk tetap bertahan sehingga bisa melewatinya dengan baik. Jangan pernah berpikir tentang ‘susahnya’ untuk menjadi seorang guru profesional. Jalani apa adanya,” kata Prof. Mahludin.

Terkait dengan pelaksanaan Orientasi PPG Dalam Jabatan Gelombang I ini, juga sempat dijelaskan oleh Direktur PPG UNG, Dr. Jusna Ahmad, M.Si. “Keseluruhan peserta PPG Dalam Jabatan ini, sudah melewati proses pembelajaran daring selama 3 bulan. Dari 22 orang jumlah peserta, ada 3 peserta yang dianggap tidak berhasil karena tidak aktif dalam sistem pembelajaran daring yang secara nasional sudah dimulai dari 28 Mei kemarin,” kata Dr. Jusna.

Ada beberapa kegiatan lainnya yang juga akan dijalani peserta pada selang 8 minggu ke depan. “Usai pelaksanaan kegiatan Orientasi ini, peserta akan mengikuti Lokakarya selama 5 minggu dan beberapa kegiatan lainnya yang sudah teragendakan,” kata Dr. Jusna. 19 peserta yang mengikuti PPG Dalam Jabatan ini, adalah para guru PGSD yang berasal dari berbagai daerah. PPG Dalam Jabatan yang berlangsung selama 1 semester ini, menjadi pengganti PLPG yang programnya telah selesai. (rg-40)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.