Isra Mi’raj dan Budaya Lokal Gorontalo

Peringatan Isra Mi’raj yang dilaksanakan di Masjid Agung Baiturrahim Pohuwato

RadarGorontalo.com – Sebagian besar masyarakat tidak tahu dari mana asal usul, atau siapa yang pertama pertama kalinya membudayakan perayaan Isra Mi’raj di Gorontalo. Awal pelaksanaan Isra Mi’raj, dilakukan pada awal abad 17 Masehi, saat itu pada jaman Raja Eyato. Dijaman itu, Raja Eyato memerintahkan semua masyarakat untuk melaksanakan Isra Mi’raj disetiap bulan Rajab, untuk mebenah diri menyambut bulan suci Ramdhan.

Isra Mi’raj itu dilakukan selama satu bulan penuh, hingga pada bulan Ramdhan. Raja Eyato, di era pemerintahannya kemudian menulis tentang perjalanan Nabi Mohamad SAW untuk Isra Mi’raj dalam tulisan akstara Arab pegon (Kawi dalam bahasa Jawa). Dengan pelaksanaan Isra Mi’raj ini, membuktikan jika bahsa Gorontalo adalah akstara Arab pegon, yang saat ini sudah mulai punah.

Hal ini kemudian sangat disayangkan Pengamat Budaya Dr. Ridwan Tohopi, saat berbicang-bicang dengan Radar Gorontalo tadi malam.Dijelaskan Ridwan, semua yang berkaitan dengan adat Gorontalo, semua pasti bersandar pada kitab. “Adati hulahulaa to sareati, sareati hulahulaa to kitabi. Maka bukan adat Gorontalo jika tidak bersandar pada kitab,” ujarnya. Nah di Isra Mi’raj ini, merupakan bukti jika Gorontalo sangat menjunjung tinggi adat, dengan fasafa Sarat bersendikan adat, adat bersendikan kitabulah.

Bahasa Gorontalo yang sebenanya adalah aksara arab pegon, dan seharunya juga pembuatan kamus bahasa Gorontalo dalam aksara arab bukan dalam bahasa latin. Dan ini kemudian harus diajarkan kepada siswa dan sisiwi dalam mata pelajaran Muatan Lokal. Dua puluh tahun kedepan kata Ridwan, ruh bahasa Gorontalo yang sebenanya akan punah, bahkan sejarah masuknya Islam di Gorontalo sedikit demi sedikit akan bergeser. Kuncinya kata penulis buku Islam dan Budaya Lokal itu, harus dibuatkan kamus bahasa Gorontalo dalam aksara arab, agar anak-anak tau bahasa Gorontalo yang sebenarnya. “Contoh kecil menyuruh orang untuk makan, dalam bahsa Gorontalo aksara arab pegon adalah molamelo atau mo rizikipo. Nah saat ini sebagian besar yang tau, hanya pongapo, pongalo dan lain sebagainya,” urainya. (rg-60)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.