Islamic Center Segera Dibangun

Maket Islamic Center, yang akan dibangun di Kelurahan Moodu, Kota Gorontalo.

Feasibility Study Selesai, Tinggal Detail Engineering Design

RadarGorontalo.com – Islamic Center memang tidak bisa dipungkiri menjadi kebutuhan masyarakat Gorontalo, karena mayoritas penduduk kita beragama Islam. Sehingga sangat dibutuhkan media atau wadah keagamaan yang berfungsi tidak hanya sebagai media ilmu keagamaan, melainkan menjadi media olah aspek-aspek lain kehidupan, misalnya adat budaya, ekonomi dan pelatihan keterampilan profesi atau kewirausahaan. Dengan demikian, keberadaan wadah ini diharapkan mampu memberikan dampak terhadap aspek-aspek tersebut sekaligus memberikan pembinaan keagamaan sebagai pemenuhan kebutuhan spiritual masyarakat.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Gorontalo Henry F. Djuuna melalui Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PU Iwan Mokoginta menjelaskan, bahwa adanya harapan dan usulan terhadap perlu dibangunnya Islamic Center oleh berbagai kalangan akhir-akhir ini, baik melalui media cetak, media elektronik dan dari berbagai pertemuan-pertemuan yang telah dilakukan baik formal dan informal sebetulnya telah dijawab oleh Pemerintah Provinsi Gorontalo. Pada tahun 2015 lalu, telah disusun studi kelayakan terhadap pembangunan pusat kegiatan keislaman tersebut di daerah ini.

“Iya benar tahun lalu (2015) kami sudah membuat feasibility study (FS) atau studi kelayakan terhadap pembangunan Islamic Center di Provinsi Gorontalo, dan ini adalah respon Pemerintah Provinsi terhadap demand daerah untuk mewadahi kegiatan keagamaan yang berfungsi tidak hanya sebagai media ilmu keagamaan, melainkan aspek-aspek lain kehidupan misalnya adat istiadat dan budaya, kegiatan ekonomi serta pelatihan, keterampilan profesi atau kewirausahaan. Dengan demikian, keberadaan wadah ini diharapkan mampu memberikan dampak terhadap aspek-aspek tersebut sekaligus memberikan pembinaan keagamaan sebagai pemenuhan kebutuhan spiritual masyarakat,” kata Iwan Mokoginta.

Tentu kajian dan analisa yang dilakukan dalam studi kelayakan tersebut menurut Kabid Cipta Karya ini meliputi ruang lingkup persiapan terhadap kegiatan penyusunan FS Islamic Center; Survey dan pengumpulan data baik data administrasi dan kondisi fisik wilayah, data sosial ekonomi, transportasi yang berkaitan dengan kegiatan islamic center, survei kondisi fisik lokasi; Studi pengembangan dan kajian aspek lingkungan; Pembuatan studi kelayakan berdasarkan layout dan perencanaan kebutuhan fasilitas; Dan penyusunan rancangan rencana dan perhitungan estimasi biaya yang dibutuhkan dalam pembangunan fisiknya nanti.

Menurutnya, dari penyusunan FS Islamic Center tersebut telah dianalisa kebutuhan lahan mencapai luasan 40.275 M² dengan luas bangunan total 22.800 M² yang terdiri atas bangunan utama Masjid raya dan gedung Islamic Center dengan konstruksi bangunan tiga lantai yang diperkirakan bisa menampung jamaah 1.500 orang. Kemudian nantinya ada gedung kewirausahaan, gedung perpustakaan, gedung pertemuan, unit penginapan, gedung pameran, gedung pengelola area parkir dan landcape (taman).

Disinggung soal lokasi pembangunan nanti Iwan Mokoginta menuturkan bahwa sesuai hasil studi kelayakannya telah merekomendasikan Kota Gorontalo sebagai tempat pembangunan Islamic Center, karena posisinya sebagai Ibukota Provinsi.  “Benar, Kota Gorontalo menjadi lokasi akan dibangunnya Islamic Center nanti, tepatnya di Kecamatan Kota Timur Kelurahan Moodu, mengapa karena dari sisi teknis lokasi tersebut layak untuk dibangun dengan catatan Pemerintah Kota Gorontalo dapat mereview kembali Perda RTRW-nya terhadap lokasi tersebut,” jelas Iwan. Dipilihnya lokasi tersebut karena kondisi eksistingnya yang belum terdapat bangunan-bangunan sehingga secara financial masih cukup murah untuk membangun Islamic Center.

Dari sisi arsitektur bangunan yang dipilih tentu merujuk pada gaya bangunan rumah adat Gorontalo dengan beberapa ornamen-ornamen yang nantinya dipilihpun akan mengukuti sisi adat dan kultur budaya daerah.

Ia berharap pada masa akan datang dokumen FS Islamic Center ini bisa ditindaklanjuti dengan penyusunan Detail Engineering Design (DED), penyiapan lahan dan pembangunan fisik, sehingga harapan dan impian rakyat Gorontalo terhadap pusat kegiatan dan peradaban Islam didaerah ini segera terwujud.  Dan tentunya upaya ini membutuhkan dukungan dan partisipasi semua pihak, bukan saja oleh Pemerintah tetapi pula oleh masyarakat dan pihak swasta. (rg-50)

Share

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *