Interupsi di Paripurna HUT Provinsi, Arifin Pertanyakan Keberdaan Museum Nani Wartabone

Arifin Djakani

RadarGorontalo.com– Ada yang menarik di gelaran rapat paripurna memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) provinsi Gorontalo ke 18, di aula sidang utama DPRD Provinsi (Deprov) Gorontalo, Rabu (5/12) kemarin.

Yakni, bergulirnya aksi interupsi dari Ketua Fraksi Partai Demokrat (F-PD) Arifin Djakani, yang notabene merupakan satu-satunya penyampaian interupsi dalam rapat paripurna yang dipimpin langsung Ketua Deprov, Paris RA Jusuf, dan dihadiri lengkap Gubernur dan Wakil Gubernur Gorontalo, serta unsur Forkopimda provinsi dan lintas kabupaten/kota, dan tamu undangan lainnya.

Arifin dengan nada protes, menyatakan keprihatinannya akan keberadaan Museum Cagar Budaya Nani Wartabone di kecamatan Suwawa kabupaten Bone Bolango.

Yang notabene merupakan peninggalan sejarah, kediaman dari pahlawan nasional asal Gorontalo, Nani Wartabone, yang berjuang merebut kemerdakaan rakyat Gorontalo dari penjajah.

“Itu infrastruktur dan sarana prasarana di museum atau cagar budaya pahlawan Nani Wartabone itu, terkesan seperti tidak ada kepeduliannya dari pemerintah provinsi. Dimana, pada kunjungan saya ke tempat itu, belum lama ini, terlihat atap bangunannya sudah bocor disana sini.” ungkap Arifin.

“Olehnya, pada kesempatan ini, saya mengetuk kepedulian dari pemerintah daerah dan kita bersama di DPRD, untuk perlu menganggarkan alokasi pembenahannya,” harap dia. “Terlebih di moment HUT Provinsi Gorontalo ke 18 ini.

Karena ingat, pesan Bung Karno Presiden RI pertama. Bahwa untuk menjadi bangsa yang besar, agar tidak melupakan jasa para pahlawannya.” jelas Arifin, mengingatkan.

“Begitu pun di daerah Gorontalo, saya mengharapkan, segala hal yang terkait peninggalan sejarah para pahlawan kita, seperti keberadaan akan Cagar Budaya Nani Wartabone itu, agar jangan sampai kita lupakan, dalam membenahi sarana prasarana dan infrastruktur-nya.

Untuk senantiasa menjadi bekal bagi anak cucu rakyat Gorontalo di masa depan, agar tidak melupakan sejarah, bagian dari pembangunan di provinsi ini,” tegas Arifin.

Setelah mendengar dan menyikapi interupsi itu, Gubernur dan Ketua Deprov mengaku, akan menindaklanjuti hal terkait pembenahan museum cagar budaya Nani Wartabone tersebut. (rg-28)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *