Insiden Ibu Bupati, Tak Perlu Heboh

ratusan masa aksi

RadarGorontalo.com – Ketua DPR Kabupaten Gorontalo Sahmid Hemu menginginkan, insiden yang saat ini terjadi menyangkut Ibu Bupati untuk tidak dibesar-besarkan, apalagi dikait-kaitkan dengan kondisi daerah yang katanya kerap dirundung masalah. ” Itu bukan sesuatu yang Wah !. Itu hal yang biasa. Karena itu persoalan pribadi, ” paparnya.

Kita sebagai masyarakat seharusnya bijak juga menyikapi hal yang demikian, bahwa setiap kita manusia kadang tak luput dari khilaf. Sehingga yang demikian kembalikan lagi ke diri kita. ” Ya, apalagi saat ini, insiden itu sudah dalam proses hukum. Kita hormati saja proses proses itu sudah cukup. ” Jelasnya.

Khawatirnya nanti kata Sahmid, ini akan menjadi bahan politik oknum oknum tertentu yang dipakai untuk menghajar pemerintahan kita, yang pada dasarnya tak ada kaitannya antara satu dan lainnya sama sekali. ” Bedakan, insiden pribadi dan pemerintahan. Apalagi katanya, daerah ini tak pernah sepi dari berbagai kasus. Tentu korelasinya sangat jauh sekali, ” jelas Sahmid.

Untuk itu seyogyanya kita semua mampu mencerna hal ini dengan seorang objektif mungkin, hingga pula pintar dalam membedakan. Sebab daerah ini butuh kenyamanan, persatuan diantara sesama untuk membangun daerah. Jika hanya persoalan yang bagi kita adalah hal yang biasa, maka tentu jika ini dibesar-besarkan maka pertanyaannya ada apa. ” Ya, istilahnya, Hal yang biasa, maka tak perlu dibesar-besarkan, itu masalah pribadi. Proses hukumnya juga sementara jalan. Lantas apa lagi yang diributkan,” Tutup Sahmid sambil senyum.

Massa AMPD Geruduk Pemkab dan Dekab

Sementara itu, ratusan masa aksi yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Daerah Kabupaten Gorontalo, selasa pagi kemarin menyambangi kantor Pemkab Gorontalo. Kedatangan masa aksi yang dikoordinatori oleh Rahmat Mamonto itu mempertanyakan soal kasus pemukulan yang dilakukan oleh Istri Bupati Kab.Gorontalo kepada salah seorang wanita diruang kerja Bupati Gorontalo.

Apalagi kasus ini sudah dilaporkan ke Polda Gorontalo. Sehingga, aliansi ini meminta agar Bupati maupun Istrinya segera memperjelas masalah ini supaya tidak menjadi masalah yang besar. Perlu diingat, Bupati merupakan khalifah di Daerah ini. Kalau terjadi persoalan ditingkat Pememimpin, lantas bagaimana dengan rakyatnya. Tidak hanya itu saja, masa aksi ini juga meminta Lembaga adat dan DPRD untuk tidak tinggal diam, sebab ini masalah yang turut melibatkan Istri seorang khalifah di Kabupaten Gorontalo.

Ratusan masa aksi ini pun diterima oleh Sekda Gorontalo, Hadijah U Tayeb didepan kantor Bupati. Namun masa aksi tetap bersikeras meminta Bupati dan Istrinya untuk menemui mereka tapi permintaan itu tidak terealisasi. Sehingga Korlap masa aksi, Rahmat Mamonto berjanji akan kembali melakukan aksi yang sama dengan jumlah masa aksi yang lebih banyak lagi. Bahkan, mereka pun tidak segan-segan untuk melakukan aksi disaat Presiden RI akan melakukan kunjungan ke Kabupaten Gorontalo pada bulan depan ini.

Hal serupa pun dilakukan massa aksi di depan kantor DPRD Kabgor. Mereka menyuarakan hal yang sama, dan meminta legislatif untuk turun tangan. di Dewan mereka diterima oleh Sekwan, yang berjanji akan menyambungkan aspirasi itu ke pimpinan dewan. (RG-52/53/54)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *