Ini Dia Tiga Nama Calon Kuat Komisaris Bank Sulut-Go

Logo Bank Sulut-Go

RadarGorontalo.com – Berhembus kabar, ada tiga nama yang sedang digodok, sebagai calon Komisaris Bank Sulut-Go Pusat, utusan Gorontalo. Diantaranya, Nurlan Darise, Syafrudin Mosii dan terakhir Iskandar Salam Kosasi.

Pertanyaannya, diantara tiga nama ini, siapa yang akan mengisi jabatan yang pernah dipimpin Rustam Akili tersebut. Memang sudah saatnya Gorontalo mencari pengganti Rustam Akili, mengingat begitu lama jabatan tersebut kosong dari penghuninya.

Jika dilihat dari latar belakang tiga calon ini, siapa yang pantas menduduki jabatan itu. Apakah Nurlan Darise, mantan birokrat yang pernah menjabat posisi strategis di Pemprov Gorontalo. Atau Syafrudin Mosii, jebolan eks pejabat tinggi lembaga vertikal BPK RI.

Atau sosok Iskandar Salam Kosasih yang jelas-jelas memiliki rekam jejak sebagai Mantan Pimpinan Cabang Bank Sulut-Go di tiga daerah berbeda. Juga pejabat aktif di Bank Sulut-Go Pusat, sebagai Pimpinan Departemen Manajemen Resiko.

Yang berfungsi sebagai pengkaji, terhadap kebijakan yang akan diambil oleh Direksi atau manajemen Bank Sulut-Go Pusat. Serta sudah berkiprah di dunia perbankan, khususnya Bank Sulut-Go Pusat selama 36 tahun.

Menurut Dr. Amir Arham, pengamat ekonomi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Gorontalo (UNG), seorang komisaris bank setidaknya memiliki tugas, seperti melakukan pengawasan jalannya perseroan, atau memberikan masukan kepada Direksi, termasuk memeriksa laporan tahunan perusahaan.

“Maka terkait dengan itu, saya setuju bahwa seorang komisaris harus mengerti tujuan perusahaan. Karena ini perusahaan perbankan, maka dia harus paham lika liku dunia perbankan serta paham perkembangan ekonomi makro,” terangnya.

Tidak hanya itu kata Amir, dari pengamatannya selama ini, usulan komisaris di berbagai daerah, sebagian besar memiliki latar belakang akademisi dan para profesional.

Lebih khusus mereka yang mengenal lebih dunia perbankan. “Gorontalo harus mengusulkan mereka yang memiliki kompetensi tinggi di dunia perbankan,” tutur Dosen Fakultas Ekonomi UNG ini. (rg-62)

Share

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *