Ikhlaskan Bongo, keinginan bergabung dengan Kota Gorontalo sejak 1992

ilustrasi (Anwar/RG)

Tak Akan Gabung dengan Panipi

RadarGorontalo.com – Kasihan sekali anak – anak dari Bongo. Sekolah di desa itu hanya kelas jauh, sementara sekolah induknya ada di Biluhu dan untuk ke sana harus dengan perahu. Untuk mengikuti UAS mereka harus tinggal sementara di sana, hebatnya lagi untuk UAN anak – anak SMA itu harus ke Batudaa yang jaraknya jauh. “Kalau boleh di Telaga saja,” kata Harnani Hamzah, Mantan Sekdes Bongo yang sekarang Ketua BPD. “Ini salah satu alasan mengapa Bongo ingin bergabung dengan Kota Gorontalo,”ujar seorang tokoh di Bongo yang tak ingin disebut namanya.

Menurut dia, keinginan bergabung dengan Kota Gorontalo sudah dimulai sejak 1992. “Kita ini terpencil dari Ibu Kota Kabupaten dan juga Ibu Kota Kecamatan, tetapi kalau dengan Kota Gorontalo, hanya selangkah sudah sampai,” katanya. Tokoh tadi mengatakan, mereka sudah pernah ketemu Bupati David kalau nanti Panipi Raya jadi Kabupaten sendiri, maka Bongo tidak akan bergabung dengan Panipi Raya dan Bongo akan bergabung dengan Kota Gorontalo.

Jadi kata dia, perjuangan itu sudah melalui 4 Bupati. Mulai dari Imam Nooriman, Ahmad Pakaya, David Bobihoe dan sekarang Nelson Pomalingo. Menurut dia lagi, Bongo punya kedekatan dengan Kota, baik itu dari segi jarak maupun adat. Selama ini Bongo menggunakan adat Kota bukan adat Limboto. Contoh Batu Nisan kalau Kota Gorontalo yang perempuan 1 nisan dan laki – laki 2 insan. Sebaliknya kalau Limboto, laki – laki 1 sedangkan perempuan 2. Bongo menggunakan Adat Kota.

Satu hal lagi, PAD Kota Gorontalo dari sektor perikanan, banyak dari Bongo, karena rakyat di sini semuanya nelayan. Kembali pada masalah SMA. Udi, salah seorang warga Bongo mengatakan, yang membuat warga semakin gerah karena ada kabar kalau kelas jauh di Bongo akan digabung dengan SMA induknya yang ada di Biluhu, ini tak boleh terjadi. Mestinya di Bongo harus ada SMA sendiri dan kami menuntut itu. “Pak Nelson bantu Kami, biarkan Bongo bergabung dengan Kota,” kata Udi. (rg-51)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *