Idris dan Kotak Suara, Jadi Pasukan Pemukul Golkar Masa Orba

Idris Rahim

RadarGorontalo.com – Meski dia lebih banyak berada di belakang meja kerjanya , namun dari lantai dua Kantor Gubernur, tak ada satu pun peristiwa politik yang lepas dari Idris Rahim.

Meski dia punya latar belakang yang kental sebagai birokrat, tetapi jangan lupa, Wagub kita ini tercatat sebagai pasukan pemukul dari Golkar. Pada setiap Pileg, Idris selalu di tempatkan di Suwawa yang pada masa Orde Baru merupakan basis PDIP di Gorontalo.

Di sana, Idris harus memenangkan Golkar dengan target di atas 90 persen. Sebagai ketua tim, Idris harus melakukan semua cara untuk memenangkan Golkar ketika itu. Ini penggalan kisah lama.

Pertama, rakyat didatangi dan dibujuk, jika tidak mempan mulai diintimidasi, tak mempan lagi dicurangi. Ada satu peristiwa di sebuah Desa di Suwawa. Ketika perhitungan suara baru berlangsung, PDIP langsung memimpin, kalau diteruskan, Golkar pasti kalah, maka caranya kata Idris dibuat keributan.

Hansip dia perintahkan untuk berkelahi, setelah suasana kacau, kotak suara langsung diamankan dan dibawa ke Kantor Camat, tapi di sana kotak suara sudah diganti.

“Saya ingat camatnya ketika itu Sofyan Maku, perhitungan suara dilaksanakan di kantornya, hasilnya Golkar hanya sisakan 7 suara untuk PDI, waktu terjadi Kekacauan, mereka sudah dapat 5 suara,” kata Idris sambil tertawa.

Pernah juga terjadi di Suwawa, masyarakat tidak mau meninggalkan TPS, padahal perhitungan suara sudah akan dilaksanakan. Idris lalu memerintahkan petugas KPPS untuk membuatkan Kopi dan pisang goreng, tapi kopinya dicampur obat tidur.

Jelas semuanya mengantuk lalu pulang tidur, setelah itu perhitungan suara dilaksanakan dengan hasil di atas 90 persen. “besoknya saya di telepon ibu dari pak Kilat, ternyata apa yang kami lakukan bocor juga,” kilahnya.

Jadi kata Idris, Golkar itu sudah tertanam di hati rakyat, dari mulai mereka menolak Golkar sampai kemudian menerimanya. 32 tahun lebih partai ini sudah bersama rakyat.

Makanya masih sangat susah mengalahkannya. Jangan menghadang Golkar, caranya ikuti dia dari belakang, dan ambil yang tercecer, tidak semua orang memilih Golkar dan yang tak memilih itu pasti akan memilih partai lain. ***

Share

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *