Idris Bukan Tipe Politisi Penakut

Ilust Anwar

Orangnya sangat cermat, penuh perhitungan dan tak emosional. Jadi, bukan penakut seperti kata orang-orang. Dari dulu Idris tak mengejar jabatan, karir birokratnya berjalan wajar-wajar saja, tetapi semuanya capai puncak.

Dia pernah jadi Sekda dan juga Sekprov. Pilgub kemarin, dia diminta maju papan satu, tetapi Idris tak bersedia. Dia punya hitung-hitungan sendiri, apalagi tetap menggandengnya sebagai Cawagub untuk periode kedua.

Dulu, kalau Idris bersedia, maka dia bisa jadi Walikota, tetapi Idris menolak meski yang memintanya adalah Fadel Muhammad. Semua ini bukan berarti dia penakut. Hanya momentnya yang kurang tepat.

Idris tak pernah takut untuk bertarung. Namun dia selalu ingin prosesnya tidak mengangkangi hak orang. Dulu dia tak mau jadi Cawali karena ada Adhan yang juga akan maju.

Dulu ketika dia maju di Muswil PAN, karena semua kader PAN mendukungnya, tetapi ketika ada persyaratan persyaratan yang aneh-aneh, Idris menolak dan dengan sangat berani memilih melepaskan jabatan Ketua PAN.

Padahal ketika itu memiliki partai akan sangat mendung pertarungan di Pilgub. “Ambil saja, saya tak butuh partai,” kata Idris saat itu. Idris memang tak mau meminta, kalau diberi dia akan menerima.

Idris tak mau neko-neko. Dan dia juga tak suka ada konflik. Tak mau rebut-ribut soal jabatan. Ini memang sudah menjadi sikapnya sejak masih menjadi ASN.

Makanya semua jabatan yang dimilikinya, penuh berkah karena dia memperolehnya dengan sangat terhormat, jujur, santun dan bersih. inilah yang membuat rakyat sangat sayang kepadanya. (ytr)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *