Idah Ingatkan Generasi Milenials, Anggaran ‘BPJS’ Gaya Minta Ampun

Idah Syahidah

RadarGorontalo.com – Belakangan ini, generasi millenials menjadi topik yang menarik dan hangat diperbincangkan dikalangan masyarakat, mulai dari pendidikan, teknologi maupun moral dan budaya. Namun sebenarnya siapa generasi millenials ini dan apakah masyarakat Provinsi Gorontalo mengerti akan istilah ini?

Idah Syahidah menjelaskan bahwa generasi millenials atau Y adalah kelompok orang yang lahir antara tahun 1980 – 2000-an, sehingga generasi ini kelompok anak muda yang berumur antara 17 sampai 35 tahun saat ini dengan gaya yang berbeda terutama dari segi teknologi, kata Idah Syahidah saat membuka Latihan Pengembangan Kepemimpinan (LPK) Kepramukaan tingkat Provinsi Gorontalo tahun 2017, yang diikuti 70 peserta dari seluruh SMA dan SMK se Gorontalo, Senin (18/9), di Sentris Home Stay.

Sehingga ciri-ciri generasi millenials seperti apa, menurut Idah tak perlu jauh-jauh kita cari sebab 70 peserta LPK ini adalah generasi yang dimaksud. “Ciri-cirinya ada pada kalian ini. Seperti sikap cuek, tidak menghargai orang tua, senangnya nongkrong di tempat-tempat mewah atau elite seperti kafe, kerja tugas nanti di kafe, betul kan..?” tanya Idah kepada peserta pelatihan tersebut.

Idah bercerita, generasi millenials ini gayanya minta ampun. Betul..? Tanyanya lagi. Pulang sekolah langsung kafe, walaupun sebetulnya duitnya pas-pasan tapi maunya hidup gaya sosialitas, ingin dipandang orang hebat, kaya dan punya segalanya. “Mungkin ada kalian ini yang tinggalnya di kost dengan anggaran BPJS. Tau BPJS..? Budget Pas-pasan, Jiwa Sosialita (BPJS), yang dimaksud bukan BPJS programnya pemerintah. Artinya, generasi millenials ini maunya gaya yang wah, tapi duit pas-pasan. Ingat orang tua di rumah mungkin ada orang tua kalian yang hanya makan sekali atau dua kali dalam sehari, karena persediaan pas-pasan,” kata Idah mengulas temuanya selama ini.

Setelah mengikuti pelatihan kepemimpinan kepramukaan itu, Idah mengingatkan peserta agar mengimplementasikan ilmu yang diperoleh ke masyarakat umum. “Jadilah kalian teladan di masyarakat, tunjukkan kalian itu adalah Pramuka sejati, karena kalian adalah pemimpin masa depan,” ungkapnya.

Idah juga bersyukur dan berterima kasih kepada pemerintah provinsi Gorontalo lewat Dinas Dikbudpora yang terus memberikan perhatian serius, terutama soal pendidikan karakter yang tetap menjadi unggulan hingga saat ini. Pendidikan karakter menurut Idah sangat penting karena pendidikan karakter adalah pendidikan yang sangat tinggi dari selaga kegiatan pendidikan apapun. “Sebab sepintar-pintarnya orang, se cerdar-cerdasnya orang dalam menuntut ilmu akademik, tapi kalau pendidikan karakternya tidak maksimal, maka kalian tidak jadi apa-apa,” kata Idah. Tak hanya itu, menjadi pemimpin tambah Idah, butuh keteladanan, perlu contoh karena bagaimana menjadi pemimpin jika perilaku tidak baik, minimal contoh yang baik untuk lingkungan sekitar atau untuk diri sendiri, contohnya soal kedisiplinan, mulai dari disiplin waktu, disiplin kerja dan seterusnya. (rg-50)

Berita Terkait

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *