Hutang Membengkak, RSAS Bisa Kolaps

5.326 Pasien tak Terdaftar di BPJS

RadarGorontalo.com – Rumah Sakit Aloei Saboe (RSAS) Kota Gorontalo harus menanggung beban hutang senilai Rp. 7.3 Miliar. Ironisnya, itu dikarenakan pihak RSAS harus melayani sedikitnya 5000 lebih pasien yang memiliki kartu sejahtera, tapi tidak terdaftar dalam BPJS, sehingga tidak bisa diklaim pembayarannya. Ironisnya belum ada solusi pelunasan hutang, yang dikhawatirkan membuat hutang terus membengkak dan akhirnya RSAS terancam kolaps. Hal itu terungkap dalam rapat gabungan komisi DPRD Kota Gorontalo, Senin (19/2).

Direktur RSAS Andang Ilato dalam penjelasannya, membenarkan soal piutang tersebut. Terhitung sejak tahun 2014 hingga saat ini, pihaknya sudah melayani 5.326 pasien pemegang kartu sejahtera, tapi belum terdaftar sebagai peserta BPJS. Alhasil, klaimnya tidak bisa dibayarkan. Kondisi yang berlarut-larut membuat hutang terus menumpuk hingga tembus Rp. 7,3 miliar. Karena berdampak pada keuangan rumah sakit, membuat stok obat terus menipis dan insentif karyawan belum terbayarkan. Dan RSAS bisa kolaps.

Sementara itu, Kepala Inspektorat Kota Gorontalo, Nuryanto menjelaskan, bahwa hutang tersebut tidak terbaca dalam neraca pemerintah kota (Pemkot) Gorontalo. Secara akuntansi, ada utang berarti ada piutang, sementara dalam neraca itu tidak terbaca. Yang ada hanyalah masyarakat pemegang kartu sejahtera yang tidak terdaftar dalam BPJS.

“Saya sudah berikan solusi kepada pihak RSAS, ketika berhadapan dengan pasien seperti ini, maka ditanggulangi dulu dengan biaya operasional RSAS. Dan kita follow up mereka untuk menjadi peserta BPJS berikutnya,” tukasnya.

Dan memang, tambah Nuryanto, usulan menganggarkan 5.326 pemegang kartu sejahtera yang belum terintegrasi dengan BPJS pada pembahasan APBD tahun 2018 kemarin tidak terlaksana. Sehingga pemkot belum bisa mengusulkan pemegang kartu sejahtera ini menjadi peserta BPJS. “Insya Allah, di perubahan APBD 2018, mereka ini akan kami perjuangkan,” tambahnya.

Adapun penjelasan Ariston Tilameo, Ketua Komisi B, terkait posisi hutang piutang RSAS yang tidak terbaca dalam neraca pemkot, nampaknya RSAS secara sengaja tidak mencantumkan pengeluarannya sebesar Rp. 7,3 miliar dalam catatan akuntasi. Akan tetapi, jumlah ini hanya menjadi catatan pinggir, sehingga tidak terbaca dalam neraca pemkot.

“Memang untuk belanja operasional dicantumkan, akan tetapi pengeluaran mereka menanggung 5.326 pasien ini tidak dicantumkan, hanya menjadi catatan pinggir,” jelas Ariston.

Suasana semakin memuncak ketika Direktur RSAS, Andang Ilato menjelaskan alasan dirinya tidak mencantumkan pengeluaran ini dalam piutang. Menurut dia, ketika jumlah ini dicantumkan dalam piutang, maka siapa yang akan membayarkan. “Jika saya cantuman jumlah ini dalam piutang, maka siapa yang akan membayarnya,” katanya.

Sontak penjelasan ini mendapat respon dari sejumlah anggota DPRD. Salah satunya Wakil Ketua Komisi C, Tien S. Mobiliu. Menurut dia, pengeluaran yang tidak dicatat telah menyalahi aturan. Padahal jelas-jelas yang ditanggulangi ini adalah pengguna kartu sejahtera dan kartu sejahtera adalah program pemerintah kota. “Ini jelas menjadi tanggungan pemerintah. Kenapa harus bingung menagihnya kemana,” tandasnya.

Kondisi ini sangat disayangkan DPRD, sebab dalam pembahasan anggaran sebelumnya, badan anggaran (Banggar) telah meminta kepada tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) untuk menghitung kembali, apakah pemegang kartu sejahtera benar-benar terintegrasi dengan BPJS. Sebab, hal ini akan sangat memudahkan RSAS, selaku rumah sakit yang setiap tahunnya selalu memberi kontribusi PAD hingga Rp. 110 miliar setiap tahun.

Hingga pada akhirnya, Ketua DPRD Kota Gorontalo, Fedriyanto Koniyo menyimpulkan, bahwa tindaklanjut penyelesaian masalah ini diserahkan kepada Komisi A. “Saya kira Komisi A cakupannya akan lebih fokus kepada RSAS saja. Kita tinggu saja laporannya A nanti,” pungkasnya. (rg-63)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.