Homestay Ditutup, Harry Buka Sekolah Alam di Kabgor

30 siswa sekolah Alam antusias menerima pelajaran dari tim pengajar yang tidak lain adalah turis

RadarGorontalo.com – Meskipun Homestay miliknya sudah ditutup oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Gorontalo, dan DPRD Kota Gorontalo.

Tidak membuat Heriyanto Gobel kehabisan inovasi, berbagi ilmu dengan masyarakat, membuka Sekolah Alam gratis di Kabupaten Gorontalo. Padahal, masalah ia hadapi belum lama ini, jelas sangat memukul hati.

Karena usahanya harus ditutup paksa, walaupun itu sangat membantu masyarakat di sekitaran Homestay tersebut. Desa Timuato Kecamatan Telaga Biru, menjadi lokasi digelarnya sekolah alam ini.

Selain mendapatkan pendampingan khusus dari Pemerintah Kabupaten Gorontalo (Kabgor), dalam hal ini Dinas Pariwisata Kabgor.

Anak-anak usia sekolah di desa tersebut, antusias mengikuti proses mengajar di alam bebas itu. Apalagi salah satu gurunya tidak lain wisatawan asing, yang berbpartisipasi mendidik anak-anak di pelosok desa.

Dan pendamping mereka pun dari berbagai kalangan, ada dari organisasi media yakni AJI, Mongabay, Antara, Cakrawala dan Biodiversistas Gorontalo, serta Dinas Pariwisata Kabgor.

Aman, nyaman dan penuh keceriaan dirasakan anak-anak ini. “Kami suka, senang dengan guru-guru. Bisa belajar bahasa inggris gratis, di tempat luas,” ungkap Alana, Dinda dan Ain, tiga siswa Sekolah Alam itu.

Ide ini bukan hanya hasil pemikiran Hery, namun merupakan inovasi bersama dengan teman-temannya. Dimana memberikan pendidikan terhadap genarasi muda, di tempat berbeda dengan suasana berbeda pula.

Tidak dalam kelas, akan tetapi di alam. Bukan hanya memberikan ilmu tentang bahasa, belajar tentang lingkungan khususnya alam sekitar, turut diberikan kepada anak-anak itu. Ini adalah sebuah langkah awal yang baik bagi Hary, karena yang mengikuti sekolah itu sebanyak 30 anak.

“Kedepan Insyaallah kita bersama tim bisa membangun kampung bahasa di Provinsi Gorontalo, lokasinya di Desa Timuato,” terang Hary. Ini adalah sebuah peluang besar, terhadap Pemda Kabgor, kata Kadis Pariwisata Kabgor, Haris Tome, ketika dihubungi terpisah melalui selular.

Karena menurutnya, aktivitas yang dilaksanakan oleh Hary Gobel bersama timnya, tidak hanya bergerak di bidang pendidikan. Akan tetapi juga berkaitan dengan pariwisata, sebab turut melibatkan wisatawan asing mengambil peran di dalamnya.

Termasuk erat kaitannya dengan aspek lingkungan, dimana anak-anak dan masyarakat di desa itu diberikan pengetahuan tentang lingkungan. “Inilah yang membuat saya, perlu melakukan pendampingan, dan ikut serta dalam kegiatan tersebut.

Saya berharap, sekolah alam ini bisa menjadi tempat bagi masyarakat untuk mendukung program pembangunan yang dilaksanakan Pemda Kabgor,” jelas Haris. (abnk)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.