Hebat, RH Selamatkan Petani Jagung, Begini Ceritanya…

Rusli Habibie mendampingi Menteri Pertanian ketika melakukan kunjungan di Gorontalo 2016 lalu. (f.dok)

RadarGorontalo.com – Dana pengadaan bibit jagung untuk 148 ribu hektar hampir saja hilang. Padahal tahun ini para petani sudah siap-siap akan menamam jagung. Untung saja, kabar bahwa program mengadaan bibit jagung dipending pemerintah pusat sampai ke telinga Gubernur terpilih Rusli Habibie (RH).

Kabar buruk itu datang pada minggu lalu, meskipun belum dilantik menjadi Gubernur, tetapi Rusli merasa sangat bertanggungjawab soal Gorontalo, apalagi kemaslahatan petani, maka dengan diam diam dia langsung mendatangi Menteri Pertanian untuk memperjuangkan agar program pengadaan bibit jagung tidak dipending.

Dengan argumen yang sangat kuat, Rusli akhirnya mampu meyakinkan Menteri Pertanian Amran Sulaiman, lewat pertemuan Kamis (30/3) siang kemarin. Pelobi ulung ini akhirnya bisa bernapas lega karena Gorontalo bisa kembali mendapatkan anggaran itu dan tentu saja ini kabar gembira untuk petani jagung di Gorontalo karena ribuan ton bibit jagung untuk lahan 148 ribu hektar tetap dialamatkan ke Provinsi Gorontalo.

Tentu ini patut kita syukuri jika Rusli tidak bergerak cepat, pasti petani yang merugi karena 148 ribu hekter dengan hasil 8 ton per hektar, harga rata-rata Rp 3000 perkilogram, maka kurang lebih 3,5 triliun rupiah uang petani batal mereka nikmati.

Momen pertemuan dengan Menteri Pertanian ini, juga sebagai bukti keseriusan Rusli Habibie terhadap program pertanian, khususnya jagung. Bukan orang-orang yang hanya mengaku peduli, sementara kontribusi terhadap kepentingan petani jagung, tidak jelas. “Alhamdulillah pak Menteri setujui, anggaran untuk pengadaan bibit jagung untuk Gorontalo tetap dianggarkan seperti tahun-tahun kemarin, tidak melihat harus lahan baru atau lahan lama,” jelas Rusli Habibie ketika dihubungi Radar Gorontalo, tadi malam. (rg-50)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *