Hari Kopi Sedunia, Presiden Cicipi Kopi Pinogu

BUPATI Hamim didampingi Sekda Ishak Ntoma berpose di depan Istana Bogor

RadarGorontalo.com – Kopi Pinogu luar biasa. Bisa masuk istana Bogor dan dinikmati oleh Presiden Joko Widodo. Hanya ada 7 daerah pelaku kopi yang diundang, salah satunya Bone Bolango. Dua petani Bone Bolango, Zulzan Mada dan Wilan Liputo bersama Bupati Hamim Pou juga ikut ke istana Bogor.

Ada waktu 2 jam Presiden bersama para artis minum kopi dengan para pelaku kopi dari 7 daerah. Presiden sempat berdialog dan memberikan banyak motivasi kepada petani kopi, agar terus mengembangkan pertanian kopi sekaligus memasarkan dengan baik. Presiden yakin kopi akan jadi kekuatan utama Indonesia. Zulzan dan Wilan turut berdialog dengan Presiden Joko Widodo.

Bupati Hamim memang sangat fokus mengembangkan kopi Pinogu ini. Bahkan saat ini, kopi Pinogu sudah terlindungi dengan keluarnya Sertifikat Indikasi Geografis (SIG) dari Kementerian Hukum dan HAM. “ini sebagai penanda keaslian dan kemurnian kopi robusta pinogu dengan kualifikasi excellent.” ujarnya. Hamim mengurus SIG ini selama 2 tahun. “kalau sudah ada SIG, maka kopi Pinogu ini sangat terkindungi keasliannya.” tambah Hamim. Namun jika rasa berubah dan jika ada penggunaan zat-zat kimia, maka bisa saja SIG dicabut.

Jadi masyarakat tidak bisa sembarang membuat kopi Pinogu organik jika tidak dikoordinasikan dengan Pemda dan masyarakat. “saat ini kami juga sudah menanam kopi Pinogu di areal 250 hektar.” jelasnya. Untuk pasar kopi Pinogu saat ini, Hamim mengaku sudah ada di luar daerah, seperti pulau Jawa. “sekarang pasaran lokal bagus. Permintaan Jakarta juga sangat bagus. Sulawesi Utara meningkat, karena kopi Pinogu ini jadi minuman resmi di tiga hotel berbintang di Manado. Dan kami berharap tahun depan, kopi Pinogu sudah bisa menembus pasar Cina dan USA.” tuturnya.

Presiden Jokowi saat mengopi bersama di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Minggu (110) petang

Sementara itu, dikutip dari Jawa Pos, Selama sesi diskusi dengan presiden kemarin, para stakeholder kopi juga berkesempatan mencicipi ragam kopi dari berbagai daerah di Indonesia. Mulai dari Simalungun, Samosir, Humbang Hasundutan, Jambi, Bandung, hingga Bone Bolango. Masing-masing daerah memiliki cita rasa kopi masing-masing yang khas.

Kopi Arabika Pulo Samosir misalnya, cita rasa kopinya tergolong kuat. Setidaknya, itulah pengakuan sejumlah pengunjung. ’’Kopi ini ditanam di ketinggian 1.200 meter ke atas,’’ terang Sekretaris Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis Kopi Arabika Pulo Samosir Jornong Crillus Sinaga.

Sementara, Kopi Liberika Tungkal Jambi lebih asam, namun ada sedikit rasa manis di dalamnya. ’’Ini satu-satunya kopi yang bisa ditanam di lahan gambut,’’ klaim anggota Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis Kopi Liberika Tungkal Jambi Mohammad Ridwan.

Presiden menuturkan, Indonesia merupakan produsen kopi nomor empat terbesar di dunia. Di urutan pertama ada Brasil, disusul Vietnam dan Kolombia. Namun, dia yakin Indonesia punya kesempatan menyalip negara-negara tersebut untuk menjadi produsen kopi nomor satu di dunia. ’’Karena memang lahannya ada,’’ ujar Jokowi.

Dia mengingatkan, jangan sampai para petani hanya terjebak di lingkungan perkebunan kopi semata. Sebab, nilai tambahnya justru ada pada proses pascapanen hingga sampai ke tangan konsumen. Peluang pascapanen kopi, tutur Jokowi, masih terbuka lebar di dalam negeri. Terlebih, anak-nak muda saat ini semakin gandrung dengan kopi, dan perhatian terhadap kualitas produk maupun pengemasannya.

Presiden juga mendorong para pelaku usaha kopi di tingkat hilir untuk berani berekspansi. Terutama ke pasar mancanegara. Dengan pasar yang ada,peluang kita sangat besar,’’ tambah mantan Gubernur DKI Jakarta itu. (rg-46/byu/jpg)

Share

Comments

comments

2 thoughts on “Hari Kopi Sedunia, Presiden Cicipi Kopi Pinogu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *