Hanyut 4 Hari, Warga Kabila Tewas

Proses evakuasi basarnas, terhadap korban Sukriansyah A. Tadu (24) warga Tumbihe.

RadarGorontalo.com – Seorang nelayan Kuyun Udjuno (43), dikagetkan dengan sosok mayat yang terapung di laut Tempat Pelelangan Ikan (TPI), Kelurahan Tenda Kota Gorontalo kemarin pukul 06.30 wita. Mayat itu ditemukan seorang nelayan yang tengah kembali saat menangkap nike, disekitar TPI.

Ceritanya, Kuyun Udjuno saat itu kembali dari menangkap nike, dengan menggunakan perahu jenis fiber (speed).
Kemudian pada saat masuk di lokasi pelelangan tiba-tiba, Ia menabrak orang hanyut dengan kondisi yang sudah tidak bernyawa. Pada saat itu juga ia, mengambil korban hanyut tersebut dengan cara menarik tangan korban sembalah kiri sampai ke tepi pantai pertamina, yang tidak jauh dari pelelangan. Pada saat itu juga tim Basarnas, sedang melakukan pencarian terhadap korban di areal tepi pantai TPI. Kemudian nelayan tersebut, menyerahkan jasad korban itu ke pihak Basarnas dengan kondisi tubuh korban masih dalam keadaan utuh, namun sudah membengkak. Setelah dilakukan identivikasi ternyata korban tersebut adalah Sukriansyah A. Tadu (24) warga Tumbihe. Kemudian korban langsung dibawah oleh Basarnas dan Polairud ke rumah duka di Desa Tumbihe Kececamatan Kabila.

Sebelumnya, korban diduga hanyut di sungai Bone pada Senin, 9 Oktober sekira pukul 23.00 wita. Dimana saat itu korban, menonton lomba balap perahu yang terbuat dari kayu (mainan), di sungai Bone. Diduga permainan itu kerap jadi ajang perjudian.

Hingga akhirnya Mapolsek Kabila, melakukan penggrebekan lokasi judi tersebut. Pada saat penggrebekan, korban bersama sejumlah orang langsung lari berhamburan, menyebrang sungai Bone. Namun pasca penggrebekan korban, sudah tidak kembali lagi ke rumah dan diduga korban tenggelam ataupun hilang saat menyeberang di Sungai Bone.

Kabid Humas Polda Gorontalo AKBP. Wahyu Tri Cahyono, saat dikonfirmasi perihal penemuan mayat ini menjelaskan, soal penggrebekan lokasi perjudian yang dilakukan Polsek Kabila, sesuai dengan pengaduan masyarakat setempat. “Atas dasar aduan ini kemudian Polsek Kabila, melakukan penggrebekan di lokasi yang diduga menjadi tempat perjudian,” ujarnya.

Namun pihak Polda Gorontalo dan Polres Bone Bolango, juga mengucapkan turut berduka cita terhdap keluarga korban. Pada dasarnya kata Wahyu, semua orang pasti tidak mau ada yang menjadi korban pada saat dilakukan penggrebekan. Pihaknya juga sudah memberikan santunan kepada keluarga korban, dan keluarga korban menyatakan sudah tidak keberatan lagi. “Kami memberikan santunan ini juga, bukan berarti Polisi salah. Namun tak lain dari kepedulian Polisi terhadap korban hanyut,” ucap Wahyu. (rg-60)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.