Hamim Tampilkan Budaya Gorontalo di Jepang

PENAMPILAN musik etnik tradisional Gorontalo oleh siswa-siswi SMPN 1 Tilongkabila, menggema di Negeri Sakura, Jepang, pada acara Matsuyama Spring Festival, minggu (8/4).

RadarGorontalo.com – Program pemerintah kabupaten Bone Bolango kembali mendunia. Setelah sukses dengan Bumdes dan produk unggulan desa yang tampil di Malaysia. Kali ini, musik etnik tradisional Gorontalo tampil di Jepang. Semua ini tidak terlepas dari keuletan Bupati Hamim dalam memimpin Bone Bolango. Minggu (8/4), musik etnik tradisional Gorontalo yang dimainkan oleh siswa-siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Tilongkabila, kabupaten Bone Bolango (Bonebol), menggema di negeri sakura, Jepang, dalam acara Matsuyama Spring Festival.

Saat ditampilkan, musik etnik gorontalo ini benar-benar memukau masyarakat Jepang. Bahkan mengundang decak kagum dan tepuk tangan yang meriah dari para penonton, serta banjir pujian dari kalangan budayawan Jepang. “penonton terkesima dan sangat menikmati musik etnik tradisional Gorontalo.” kata Hamim Pou saat mendampingi siswa-siswi SMPN 1 Tilongkabila ketika tampil di Matsuyama Spring Festival. Dihadapan budayawan Jepang, siswa siswi SMP 1 Tilongkabila yakni Moh. Ikbal Djafar, Wahyu Ladiku, Mastin Taib, Nabila Nur Indah Dunggio dan Megista Patuti, tampil memukau dan banjir pujian. Hamim menceritakan, kolaborasi alat musik tradisional polopalo, bonggo, towohu hingga rebana marwasi yang dimainkan mampu hangatkan suasana dingin di Jepang.

Menariknya lagi, alat musik yang dimainkan siswa siswi itu tidak hanya mengiringi lagu daerah Gorontalo. Namun beberapa lagu asal Jepang seperti Anata Kokoromoto juga dikolaborasikan dengan lantunan alat musik tersebut. “ini yang membuat budayawan Jepang banyak memberi pujian kepada adik-adik siswa ini saat tampil mewakili Indonesia. Bahkan puluhan Warga Negara Indonesia (WNI) di Jepang turut hadir dan memberikan pujianya atas penampilan adik-adik siswa SMP 1 Tilongkabila.” jelasnya.

Sebelumnya kelompok musik tradisonal SMPN 1 Tilongkabila ini, pernah tiga kali menjuarai festival musik tradisional tingkat nasional yang diselenggarakan di Palembang, Manado dan Surabaya. Hingga kemudian ditunjuk oleh Kementerian Pendidikan tampil di Jepang mewakili Indonesia. Hamim mengaku sangat bangga atas prestasi siswa siswi SMP 1 Tilongkabila yang bisa mewakili Indonesia diajang internasional. “inilah wujud kepedulian pemerintah Bone Bolango dalam memajukan kebudayaan musik etnik tradisonal.” tuturnya. (RG-46)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.