Hamim Minta Pembokaran Makam Jangan Dipolitisir, Ini Murni Masalah Keluarga

Hamim Pou

RadarGorontalo.com – Pemindahan dua makam yang berada di Desa Toto Selatan, Kecamatan Kabila, Kabupaten Bone Bolango yang dipicu perbedaan politik dan dukungan calon legislatif 2019 mendatang mendapat tanggapan Bupati Bone Bolango Hamim Pou.

Menurut Bupati Hamim bahwa masalah pembongkaran dua makam di Desa Toto Selatan murni persoalan internal keluarga. “Ini murni masalah keluarga dan tidak ada sangkut-pautnya dengan politik”, ungkap Hamim.

“Memang kejadiannya di tahun politik, tapi jangan mempolitisasi masalah ini dan jangan sangkut pautkan dengan partai Nasdem”, tegas Hamim yang juga ketua Nasdem Provinsi ini.

Mantan wartawan ini juga mengingatkan kepada orang-orang atau kelompok agar tidak lagi mengaitkan masalah pembongkaran makam dengan partai yang kini dipimpinya, karena akan ada konsekuensi hukum, katanya lagi.

Selama ini, Nasdem tidak pernah memerintahkan kadernya untuk mencari masalah, atau turut serta dalam pesoalan yang buruk, bahkan kami juga melakukan investigasi dari mana akar permasalahan ini,” terangnya.

Secara politisi, NasDem sangat dirugikan dengan kejadian ini. Meski demikian, pihaknya hadir untuk menyelesaikan persoalan tersebut dan memberikan pendidikan terhadap masyarakat dari kejadian itu. “Kami lebih memilih memaafkan, dari pada memperkeruh masalah,” ucapnya.

Memang di tahun politik sekarang ini semua aktivitas rawan dipolitisasi. Olehnya itu, Hamim mengingatkan masyarakat agar kiranya janganlah saling menjatuhkan satu dengan lainnya. Masyarakat harus menyambut pemilu dengan santun, cerdas, beradap, berbudaya dan bermartabat.

Hamim juga mengingatkan masyarakat, agar menggunakan media sosial dengan bijak dan tidak cepat mempercayai kabar yang beredar atau terprovokasi hoax. “Sebelum menanggapi kabar yang beredar, harus cari tahu dulu duduk persoalannya, sehingga tidak jadi masalah, tandasnya.

Senada dengan Bupati Hamim, Kapolres Bone Bolango AKBP Desmont Harjendro membenarkan masalah pemindahan makam disebabkan masalah internal keluarga yang sempat 3 kali dimediasi oleh pihak kepolisian. “Ini tidak ada hubungannya dengan politik.

Masalah internal keluarga yang sering bertikai dan mempersoalkan keberadaan makam di lahan yang diduga bersengketa. Dan mediasi yang kami lakukan sebelumnya, tidak pernah menyinggung soal perbedaan dukungan pada Pileg,” tukas Kapolres. (Awal)

Share

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *