Habis 100 juta, Nelayan Gentuma Tak Boleh Melaut

ilustrasi foto

Nelayan Desa Pasalae Yang Terbentur Izin 

RadarGorontalo.com – Hanya gara-gara persoalan perizinan, tiga kapal inka mina yang ada di Desa Pasalae Kecamatan Gentuma, Gorontalo Utara tak bisa melaut. Ironisnya lagi, nelayan sudah mengeluarkan biaya tambahan untuk modifikasi, untuk memudahkan mereka saat menangkap ikan. Hal ini, kemudian disoroti Ombudsman RI Provinsi Gorontalo. “ Rata-rata para nelayan ini sudah menghabiskan biaya tujuh puluh sampai seratus juta rupiah demi memodifikasi kapal mereka, namun faktanya mereka tidak bisa melaut karena tidak memiliki Surat Izin Penangkapan Ikan,” Kata Kepala Ombudsman Republik Indonesia Provinsi Gorontalo, Alim S Niode.

Dari penelusuran Ombudsman, Agustus 2016 silam persoalan ini sudah pernah diadukan ke Pemerintah Provinsi Gorontalo, dan Dinas Perikanan melalui Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo telah memberikan jawaban yang intinya adalah Surat Izin Penangkapan Izin kapal Inka Mina tersebuut terkendala pada persoalan verifikasi nomor fisik mesin yang berbeda dengan nomor yang tertera pada gross akte. Setelah itu, perubahan gross akte telah dilakukan dan hasilnya sudah dikirim ke direktorat pengendailan penangkapan ikan Kementerian Kelautan dan Perikanan, pada saat itu dokumen sudah masuk pada tahap verifikasi untuk penerbitan Surat Izin Penangkapan Ikan. “ Hal itu katanya sudah dilakukan pada Agustus tahun 2016, namun dua bulan kemudian ketika kami melakukan monitoring, masalah ini masih tetap belum selesai,” Kata Alim.

Kepada Ombudsman, kepala desa Pasalae dan para nelayan mengaku sangat dirugikan dan mereka tidak tahu akan mengeluh kepada siapa lagi, mereka berharap ombudsman bisa membantu percepatan penyelesaian persoalan penundaan berlarut tersebut. Alim melanjutkan, 20 januari 2017 ombudsman sudah bertemu dengan plt gubernur Gorontalo dan telah menyampaikan persoalan ini, Plt Gubernur pun berjanji akan memerintahkan dinas perikanan provinsi untuk menyelesaikan persoalan ini. “ Intinya para nelayan menginginkan informasi mengenai kepastian status SIPI kapal mereka,” Kata Alim.

Alim menegaskan bahwa pihaknya akan tetap menyoroti persoalan ini mengingat masalah terkait kapal inka mina sudah terjadi sejak lama, ditahun 2013 silam saja persoalan kapal inka mina yang akhirnya harus diamankan oleh angkatan laut membuat para nelayan takut melaut hanya karena tidak memiliki izin. (rg-34)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.