Hak Intervensi Adhan-Hardi Ditolak PT TUN Makassar

Lambang PTUN Makassar.

RadarGorontalo.Com  – Upaya hukum yang dilakukan Penasehat Hukum (PH) pasangan calon (Paslon) Marten Taha – Ryan F. Kono (MATAHARI), di PT TUN Makassar sedikit membuahkan hasil. Pasalnya terinformasi pada sidang yang digelar selasa (13/03), majelis hakim PT TUN Makassar memutuskan menolak berkas hak intervensi yang diajukkan PH Adhan – Hardi yang ingin dilibatkan sebagai pihak terkait.

Ditolaknya hak intervensi Adhan-Hardi, salah satunya karena hak intervensi tidak diatur dalam Peraturan Mahkamah Agung (PerMA) nomor 11 tahun 2016. “penolakan dari majelis hakim PT TUN Makassar ini sudah punya kekuatan hukum tetap.” tegas Spandy Pakaya, PH Matahari saat dihubungi melalui selular.

Sebagaimana pemberitaan sebelumnya, paslon Matahari melayangkan gugatan ke PT TUN Makassar setelah sebelumnya gugatan mereka terkait dengan SK KPU yang meloloskan pasangan Adhan-Hardi ditolak ditingkat Bawaslu Kota Gorontalo. Sementara itu, penolakan yang dilakukan majelis hakim PT TUN Makassar terhadap hak intervensi Adhan-Hardi lebih menambah suasana Pilwako terus memanas. Bagaimana ketegangan itu, simak berita selengkapnya di Koran Radar Gorontalo.(rg-62)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *