Gorontalo Total Black Out, Lilin Sold Out

ilustrasi(Anwar/rg)

RadarGorontalo.com – Pemadaman lampu yang terjadi total di seluruh wilayah 6 kabupaten/kota se provinsi Gorontalo sejak pukul 2 siang (12/03), hingga hampir jam 12 minggu(12/03) malam, ternyata membawa berkah bagi para pedagang yang menjual lilin. Apa sebab? Karena lama pemadaman lampu kali ini, yang terpanjang dalam beberapa tahun terakhir ini.

Yang menyebabkan kebutuhan akan lampu jenis lilin, sebagai alternatif yang mayoritas digunakan masyarakat se provinsi Gorontalo, bergelombang berulang kali mendatangi warung-warung yang menjual lilin. Hingga akhirnya, pada sekitar pukul 10 WITA tadi malam, di sejumlah pedagang warung-warung, yang tersebar diseluruh wilayah se provinsi Gorontalo, hampir semuanya mengaku penjualan lilin pada posisi sold out, atau habis terjual.

Seperti halnya di warung milik Yunus Dama, warga Tanggidaa-JDS. Sebelum pukul 21.00 WITA semalam, dia tidak menyangka lilinnya telah habis terjual, hanya dalam jangka waktu tidak lebih dari 3 jam saja. “Padahal, saya baru beli grosiran tadi pagi (kemarin, red) 3 dos lilin banyak. Eh, sudah habis, disaat orang yang begitu banyak ke warung saya, hanya untuk beli lilin,” ujar Ko’ Yun, sapaan akrab masyarakat dan warga kos-kosan di sepanjang jalan Tanggidaa, kepadanya.

Hal serupa juga terjadi di wilayah Telaga Kabupaten Gorontalo. hampir disemua warung kecil maupun besar, kehabisan lilin. Salah seorang penjaga kios menuturkan, saat masih sore rata-rata pembeli hanya membeli lilin satu atau dua batang. Namun, saat mengetahui pemadaman akan berlangsung lama, banyak yang borong satu pak. Alhasil, belum masuk waktu sholat Isya, persediaan lilin sudah ludes.

Total Black Out 10 Jam

Sementara itu, hampir lebih dari 10 jam seluruh wilayah di Provinsi Gorontalo, total black out alias padam total terhitung sejak pukul 14.00 Wita, dan hidup kembali sekitar pukul 23.30 Wita. “Ada tiga daerah yang dilakukan pemadaman akibat hal tersebut, termasuk Gorontalo. Dan gangguan ini terjadi sejak pukul 14.00 wita, dimana gangguan pada sistem transmisi 150KV sistem kelistrikan Sulut-Gorontalo.

Yang menyebabkan AP2B (Area Penyaluran dan Pengaturan Beban) sistem minahasa mendapatkan, hilangnya tegangan pada semua transmisi GI dan pembangkit. Gangguan yang menyebabkan pemadaman ini bersamaan dengan hujan disertai petir yang terjadi di sejumlah titik di Sulut,” ujar Saiful Djalil, Kepala Bagian Humas PT PLN Persero Area Gorontalo.

Ia mengakui, memang benar Gorontalo memiliki beberapa mesin pembangkit listrik yang memadai, namun mesin tersebut belum secara keseluruhan bisa memberikan daya listrik untuk semua wilayah. Seperti PLTD Telaga, yang hanya mampu menyalakan listrik di sebagian wilayah Kota Gorontalo. “Dengan adanya gangguan ini, kami minta maaf pada semua masyarakat.

Sampai dengan saat ini petugas PLN sedang melakukan proses penormalan, dengan memberikan tegangan terhadap penyulang dan Gardu Induk yang ada. Semoga sistem kelistrikan SulutGo segera pulih kembali,” ucap Saiful.(rg-28/rg-62)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.