Gorontalo Provinsi Konservasi ke 3

Menteri LHK RI, Siti Nurbaya Bakar, didampingi PLT Gubernur Zudan Arif Fakruloh, dan Ketua Deprov Paris RA Jusuf, melihat dari dekat penanaman pohon Malahengo (Gorontalo Grapes), sesaat sebelum mengikuti rapat paripurna istimewa HUT Provinsi ke 16. (foto: hengki/RG)
Menteri LHK RI, Siti Nurbaya Bakar, didampingi PLT Gubernur Zudan Arif Fakruloh, dan Ketua Deprov Paris RA Jusuf, melihat dari dekat penanaman pohon Malahengo (Gorontalo Grapes), sesaat sebelum mengikuti rapat paripurna istimewa HUT Provinsi ke 16. (foto: hengki/RG)

RadarGorontalo.com – Kepedulian pemerintah pusat akan pelestarian lingkungan dan pemulihan hutan-hutan kritis di seluruh wilayah se provinsi Gorontalo, menjadi kado terindah di Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Gorontalo ke 16 kali ini, yang untuk pertama kalinya diperingati pada tanggal 5 Desember, setelah dalam 15 tahun sebelumnya diperingati setiap tanggal 16 Februari. Dimana, dalam rapat paripurna istimewa memperingati HUT Provinsi Gorontalo tersebut, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Ri, Sitii Nurbaya Bakar, turut mencanangkan Provinsi Gorontalo sebagai Provinsi Konservasi yang ke 3 (tiga) di Indonesia, setelah Papua dan Kalimantan Timur.

Alasan pencanangan ini, tidak lain dilakukan kementerian LHK, dalam menyikapi berbagai laporan, yang juga didukung dengan data di lapangan. Dimana, di hampir seluruh wilayah 5 kabupaten se provinsi Gorontalo, masing-masing terdapat keberadaan kawasan-kawasan hutan dan cagar alam yang perlu lebih dijaga dari kepunahannya. Mulai dari Taman Nasional Bogani Wartabone di kabupaten Bone Bolango, hingga hutan Nantu dan Panua, serta sejumlah kawasan hutan mangrove di kabupaten Pohuwato, juga kawasan konservasi di Pulau Pepaya dan Raja di kabupaten Gorontalo Utara. Dalam sambutannya, Siti menilai kawasan-kawasan ini, perlu lebih dibenahi dan dijaga kelestariannya. “Olehnya, saya mencanangkan provinsi Gorontalo, sudah harus masuk sebagai provinsi Konservasi di Indonesia. Atau, yang ketiga, setelah Papua dan Kalimantan Timur,” jelas Siti, dalam sambutannya, disambut aplous PLT Gubernur Zudan Arif, Ketua Deprov Paris RA Jusuf dan jajarannya, serta para undangan yang hadir dalam paripurna tersebut.

Dari informasi lain yang dihimpun RADAR, alasan kementerian LHK untuk mencanangkan Provinsi Gorontalo sebagai Provinsi Konservasi yang ketiga, dinilai sudah tepat. Karena, sebagai contoh, dari penggodokan Ranperda Pengelolaan Mangrove dan Kawasan Pesisir di Deprov Gorontalo, belum lama ini, terinformasi bahwa total lahan atau hutan mangrove yang kritis di seluruh wilayah se provinsi Gorontalo saat ini, sudah pada titik 81 persen.

POHUWATO PRIORITAS

Adalah Wakil Bupati Pohuwato, Amin Haras, yang mengaku sangat tertarik, akan pencanangan Provinsi Konservasi di Gorontalo, oleh Menteri LHK RI, Siti Nurbaya. “Jika perlu, sosialisasi dan tindak lanjut dari pencanangan provinsi Gorontalo sebagai provinsi konservasi ini, kami dari Pohuwato yang meminta lebih dahulu diprioritaskan,” pinta Amin, kepada RADAR, usai menghadiri paripurna HUT Provinsi di Deprov, kemarin. “Mengapa? Luas wilayah di kabupaten Pohuwato saat ini, 60 persennya, wilayah konservasi, kawasan hutan, dan pesisir pantai. Olehnya, agar pelestarian lingkungan dan kawasan hutan di Pohuwato tetap terjaga, kami berharap, kementerian LHK lebih dulu mensosialisasikan terkait provinsi konservasi ini, di kabupaten Pohuwato,” tandasnya. (rg-28)

Berita Terkait

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *