Gorontalo Mesti Belajar dari BUMD Jakarta

RadarGorontalo.com – Di DKI Jakarta, pengelolaan Badan Usaha MIlik Daerah (BUMD) nya, sudah dilakukan secara profesional. Tak Cuma ikut mengendalikan inflasi, keberadaan BUMD juga sangat membantu pemerintah dalam program-program kerakyatannya. Tak salah jika, Gorontalo bisa banyak belajar pengelolaan BUMD dari ibukota negara itu.

Seperti diceritakan Unggul Priyatna dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Gorontalo, usai mengikuti kegiatan rapat koordinasi tim pengendali inflasi daerah (TPID) tingkat nasional, yang menghadirkan perwakilan pemerintah provinsi dan utusan BI masing-masing daerah, awal pekan ini. Dalam rapat itu, salah satu fokus pembahasannya adalah tentang pengendalian inflasi di DKI Jakarta.

Terungkap, bahwa salah satu yang memiliki peran besar dalam pengendalian inflasi itu adalah BUMD. Jadi walaupun tingkat konsumsi warga Jakarta begitu tinggi, tapi tidak berpengaruh pada harga barang, BUMD melakukan pembelian berbagai komoditi dari berbagai daerah dalam jumah besar, dan diambil langsung dari produsennya tanpa perantara. Sehingga harganya jauh lebih murah.

Setelahnya, seluruh komoditi dijual kembali untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat Jakarta, dengan harga yang sudah ditentukan berdasarkan harga pangan Jakarta (HPJ). Dan harga itu bisa diakses oleh masyarakat, sebagai bentuk transparansi. “Jadi pedagang, tidak bisa sembarang mainkan harga,” ujarnya. Tak hanya itu, sistem resi gudang pun benar-benar dimanfaatkan di daerah ini. Saat produksi berlebih, mereka melakukan pembelian dalam jumlah besar kemudian disimpan. Hasilnya kala produksi berkurang atau permintaan tinggi, harga jual tetap stabil.

“di Jakarta, BUMD memang dikelola oleh orang-orang profesional. Dan jumlahnya tak cuma satu,” kata Unggul. Dari pertemuan TPID kemarin itu, terbuka peluang kerjasama antara BUMD Jakarta dengan Gorontalo, dalam hal pembelian komoditi pertanian, seperti beras, jagung, dan masih banyak lagi. Dan pihaknya dari BI, bersedia membantu memfasilitasi kerja sama itu. Unggul pun memastikan, hasil pembahasan TPID beberapa waktu lalu, akan kembali dilaporkannya dalam forum grup discussion (FGD) tentang perekonomian Gorontalo dalam waktu dekat. (rg-34)

Berita Terkait

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *