Sen. Jun 17th, 2019

RGOL

Jangan Takut Bicara Politik

Gorontalo Masuk Zona Merah, Polres Kembali Gagalkan Transaksi Narkoba

2 min read
TIM dari Polres Gorontalo saat mengamankan YM yang diduga membawa sabu

RadarGorontalo.com – Gorontalo masok zona merah dalam peredaran narkoba. Bahkan dalam Januari ini BNN maupun Polres di wilayah Polda Gorontalo mengungkap pelaku dan pengguna narkoba.

Menariknya pengguna barang haram tersebut mulai dari kalangan bawa hingga para elit. Dalam sehari saja, Polda Gorontalo berhasil menangkap pengguna maupun pengedar.

Dan Kamais (11/1) kemarin, salah satu Kasat Narkoba di Polres Boalemo menjadi tersangka, demikian juga tim Satnarkoba Polres Gorontalo mengamankan YM alias Ucan di wilayah Kwandang, Gorontalo Utara, sekitar pukul 23.00 WITA yang melakukan transaksi narkoba jenis sabu.

Informasi yang dihimpun Rakyat Gorontalo, transaksi jual beli narkoba jenis sabu ini berawal dari informasi anggota Opsnal Sat Narkoba Polres Gorontalo.

Dimana terinformasi Ucan yang baru saja pulang dari Tarakan, Kaltim dicurigai akan melakukan transaksi narkoba. Atas informasi itu, Kasat Resnarkoba langsung menuju Kwandang untuk melakukan penangkapan terhadap Ucan.

Nanti sekitar pukul 23.00 wita, pelaku yang dicurigai langsung ditangkap. Dari hasil penggeledahan ditemukan satu sachet kecil narkotika yang diduga jenis sabu terbungkus di dalam pembungkus rokok.

Kapolres Gorontalo AKBP Dafcoriza mengaku saat ini pihaknya telah mengamankan pelaku dan barang bukti serta telah dilakukan tes urine.

Kapolda Berjanji Tindak Tegas Pengguna Narkoba

AKBP Wahyu Tri Cahyono

Sementara itu Kapolda Gorontalo melalui Kabid Humas Polda Gorontalo, AKBP Wahyu Tri Cahyono akan menindak tegas kepada oknum polisi yang sudah merusak citra baik institusi kepolisian.

Atas ulah Kabag Ops Polres Boalemo berinisial AWB yang positif menggunakan narkoba, maka Polda Gorontalo tidak akan segan-segan menindak-tegas oknum polisi tersebut.

AKBP Wahyu Tri Cahyono mengatakan dugaan kasus narkoba yang melibatkan oknum polisi masih dalam pendalaman oleh Propam dan Ditres Narkoba Polda Gorontalo.

Pemeriksaan terhadap AWB dilakukan karena yang bersangkutan sudah tiga hari tidak masuk kerja karena alasan sakit, sehingga Kapolres Boalemo sebagai pimpinannya melakukan pengecekan sekaligus pemeriksaan urin di kediaman AWB.

Hasilnya yang bersangkutan diduga menggunakan narkoba karena dari pengambilan sampel terdeteksi menunjukan positif menggunakan zat adiktif psikotropika.

“Tapi akan kita pastikan lagi apakah hasil tes urinnya positif narkoba atau obat yang dikonsumsi karena yang bersangkutan mengaku sakit.

Namun demikian, saat ini yang bersangkutan sudah ditahan di sel Mapolda untuk dilakukan pemeriksaan lebih dalam. Ini adalah bentuk komitmen dan konsistenya Kapolda dalam memberantas narkoba.

Kapolda akan menindak tegas semua pengguna narkoba, baik masyarakat biasa maupun anggota Polri,” jelas mantan Kapolres Bone Bolango ini.

Terkait dengan sanksi, Wahyu mengaku tentunya ada sanksi tegas oleh intitusi, baik itu pidana maupun sanksi internal dalam hal ini kode etik.

Memang sebelumnya, AWB terinformasi sempat terjaring narkoba di tahun 2011 silam, bahkan sempat menjalani proses penahanan.

Menanggapi hal ini, Kabid Humas sendiri belum bisa membenarkan, apakah bersangkutan pernah terjerat kasus narkoba. “Kita percayakan kepada penyidik yang menangani kasus ini,” tandasnya. (Tim RG)

Share

Tinggalkan Balasan