Gorontalo Makin Mempesona

Tempat Wisata Gorontalo
Tempat Wisata Gorontalo

Wisata Bergairah, Pemerintah Harus Berbenah 

RadarGorontalo.com – Sektor pariwisata Gorontalo, setahun belakangan sudah mulai bergairah, terlebih di beberapa bulan terakhir sejak wale shark alias hiu paus di Botu Barani booming. Kendati demikian, masih banyak yang harus dibenahi pemerintah, utamanya akses menuju lokasi wisata. Saat ini, dari sekian banyak objek wisata alam yang ada, Gorontalo punya tiga destinasi wisata unggulan, mulai dari Pulau Saronde Gorut, Pulo Cinta Boalemo dan Hiu Paus Bone Bolango. Sayang, dari 10 destinasi wisata unggulan Indonesia yang ditetapkan Kementrian Pariwisata, Gorontalo belum ada di dalamnya.

Kamis (28/7) saat dialog ringan dengan Ketua Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Gorontalo, Marten Chandra, diungkap beberapa hal tentang sektor pariwisata Gorontalo, dan bagaimana respon pemerintah saat ini. Menurutnya, dibanding dengan tahun-tahun sebelumnya, pariwisata Gorontalo setahun belakangan, terbilang mulai bergairah. Ada tiga destinasi wisata unggulan, yang kini gencar penjualannya. Tak cuma pemerintah provinsi, kementrian pariwisata pun ikut mendorong majunya pariwisata Gorontalo.

Dibanding tahun-tahun sebelumnya, Gorontalo kini terbilang sudah lengkap fasilitas yang menunjang pariwisata. Mulai dari perhotelan, hingga restoran yang menawarkan kuliner-kuliner khas Gorontalo, serta jajanan suvenir. Dulu tempat-tempat ini, sangat kurang. Sejak pulo cinta, pulau saronde hingga hiu paus booming, tingkat hunian hotel di Gorontalo pun meningkat. Arus wisatawan luar daerah yang berkunjung, makin naik. Bahkan, Marten pun sempat bercerita soal paket kunjungan wisata yang mulai laris manis di sejumlah agen travel Gorontalo. Bahkan beberapa waktu terakhir, tak banyak yang tahu, kalau artis-artis top ibukota, bergantian datang di Gorontalo. Ada yang nginap di Pulo Cinta, bahkan ada yang cuma datang lihat hiu paus terus balik. Postingan mereka lewat sosial media itulah, yang sangat membantu promosi wisata.

Apa saja yang perlu dibenahi? Dari sekian banyak yang masih perlu dibenahi, soal akses menuju lokasi-lokasi wisata ini menjadi isu utama. Marten pun mencontohkan, dalam satu paket wisata contoh saat berkunjung ke hiu paus, biasanya wisatawan diajak ke pantai Olele. Sayang dengan akses jalan yang belum representatif, terkadang saat hujan bis-bis besar yang memuat wisatawan, harus urung ke Olele karena takut membahayakan pengunjung. Tak cuma itu, ada beberapa objek wisata yang sepertinya kurang dikelola dengan baik. Sehingga, kunjungan ke tempat itu masih sedikit. “Wisata punya multi efek. Kalau wisata bergairah, seluruh sektor akan terbantu. Potensi usaha baru terbuka, seiring dengan terbukanya lapangan kerja,” ungkapnya. Kendati demikian, Marten berharap keseriusan pemerintah kabupaten/kota khususnya sebagai pemilik regulasi, untuk ikut terlibat serius di dalamnya. Soal swasta jangan khawatir, tak diajak pun pasti terlibat.

ASITA sendiri tambah Marten, saat ini mulai terlibat dalam pembahasan iven-iven wisata yang dilakukan pemerintah provinisi dan daerah. Pelibatan stake holder menurut Marten, adalah hal positif. Dari sini, perlahan pemerintah bisa menentukan apa saja target yang dibidik, untuk makin menggairahkan pariwisata Gorontalo. (rg-34)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.