Gorontalo Jadi Lumbung Jagung Nasional

Gubernur Rusli Habibie saat mendampingi Mentan Amran Sulaiman dalam kunjungan kerjanya

RadarGorontalo.com – Kunjungan Menteri Pertanian Amran Sulaiman ke Provinsi Gorontalo, yang sudah beberapa kali dilakukan, menunjukkan keseriusan pemerintah pusat untuk pengembangan Pertanian di Provinsi Gorontalo. Bahkan dalam kunjungannya Senin (30/10), ia kembali menyerahkan bantuan pertanian senilai Rp 39 Milyar. Selain itu, Mentan juga melepas pengiriman jagung antar pulau sebanyak 2350 Ton, dan melaksanakan panen padi di Kecamatan Tilongkabila Kabupaten Bone Bolango.

Disela sela kunjungannya, Mentan mengungkapkan produksi jagung Gorontalo yang mencapai 1,4 Juta Ton tidak terlepas dari keseriusan Gubernur Gorontalo Rusli Habibie dalam membangun komunikasi dan kemitraan yang baik dengan dirinya. “Provinsi yang serius pasti pemerintah pusat serius. Kalau tidak serius lah kita habis waktu. Di Gorontalo ini saya sudah banyak kali datang, ini membuktikan saya serius untuk petani jagung Gorontalo,” terang Amran.

Pihaknya juga memuji langkah Rusli yang disebut sebagai gubernur “rampas bola” dalam hal memperjuangkan bantuan pertanian. Rampas bola yang dimaksud Amran yakni karena intensitas Rusli Habibie untuk menghubungi dan meminta alokasi bantuan bagi petani Gorontalo. “Ini patut kita contoh pak gubernur. Semangatnya luar biasa. Beliau ini rampas bola. Bukan lagi rebut bola pak, itu masa lalu. Bayangkan beliau setelah rapat di Istana langsung datang ke kantor. Sekarang aku ke sini tidak kasih tau (gubernur), aku keliling dari daerah langsung ke sini,” puji Amran.

Apa yang dilakukan Rusli menurutnya harus menjadi contoh bagi kepala daerah lain. Ia berharap kepala daerah tidak hanya mengirimkan proposal ke pemerintah, tetapi harus mampu meyakinkan dan memperjuangkan dengan membuktikan hasil kerja selama ini.

“Kalau kepala daerah hanya kirim proposal itu kayak pemancing ikan. Dia lempar kailnya ke laut terus disuruh jaga Malaikat. Kalau dapat ikan yaa syukur kalo nggak yaa nggak. Tidak boleh begitu. Harus ada keseriusan dan ikhtiar sungguh sungguh dari kepala daerah,” tambahnya. Amran memastikan bantuan benih, pupuk dan alat mesin pertanian (alsintan) untuk Gorontalo akan selalu mendapatkan prioritas tiap tahunnya. Bantuan itu diharapkan bisa mendorong petani Gorontalo untuk menanam jagung seluas 300 Ribu Hektar.

Lebih lanjut dikatakan, produksi jagung yang mencapai angka 1,4 Juta Ton tahun 2016 lalu hingga sekarang menurutnya berdampak pada pemberhentian impor jagung dari luar negeri. “Ini adalah sejarah baru kita sudah tidak lagi impor jagung, bahkan kita sudah ekspor. Ini capaian yang luar biasa dan tidak lepas dari kontribusi Provinsi Gorontalo yang menjadi lumbung jagung untuk Indonesia,” ujar Amran.

Menurut Amran, untuk memenuhi kebutuhan jagung se-Indonesia, ia menetapkan enam provinsi sebagai lumbung jagung nasional. Selain Gorontalo, ada juga provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), Sulawesi Selatan, Jawa Timur dan Provinsi Lampung. Lumbung jagung yang dibangun berdasarkan keunggulan komparatif suatu daerah. Ia berkeyakinan jika potensi jagung terus digenjot di daerah lumbung jagung dan daerah lain, maka Indonesia bisa memenuhi permintaan ekspor dari Negara tetangga seperti Malaysia dan Filipina. Oleh karena itu ia berharap agar para petani dan pemerintah daerah terus bergerak mengisi potensi permintaan ekspor tersebut. Amran tidak ragu untuk terus membantu petani jagung Gorontalo agar produksi bisa terus ditingkatkan setiap tahunnya. (RG-25)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.