Gorontalo Darurat Narkoba, ABG Pesan Ribuan Pil Koplo

ABG PEMILIK 1000 pil koplo yang diamankan tim Polres Gorontalo Kota.

RadarGorontalo.com – Gorontalo darurat narkotika. Ini patut diwaspadai. Sudah banyak bukti penangkapan narkoba dan obat terlarang lainnya di Gorontalo.

Apalagi tahun baru semakin dekat. Ini identik dengan pesta pora dan hura-hura. Makanya tidak menutup kemungkinan narkoba dan obat terlarang lainnya akan beredar di Gorontalo.

Aparat harus benar-benar siaga. Tidak boleh kecolongan. Senin (3/12) lalu, Satnarkoba Polres Gorontalo Kota berhasil menggagalkan penyelundupan 1.000 pil koplo (trihexipendil) atau pil ketapel dari tangan ZL alias Zul.

Zul yang berprofesi sebagai pegawai swasata ini ditangkap di pelabuhan penyeberangan Gorontalo dari Luwuk, Sulawesi Tengah. “kami tangkap di pelabuhan Ferry Gorontalo.

Pelaku tiba dari Luwuk. Barang dibeli dari Luwuk.” kata Kasat Narkoba Polres Gorontalo Kota, AKP. Sutrisna. Penangkapan ini berasal dari laporan masyarakat, dimana akan ada ribuan pil katepel yang akan masuk Gorontalo lewat jalur laut.

Rencananya, pelaku akan mengedarkan pil ini untuk pesta pergantian tahun. “sesuai pemeriksaan, barang ini sudah dipesan dan akan dipakai malam tahun baru.” tambahnya.

Pil koplo akan dijual seharga Rp. 5000 hingga Rp. 10.000 per butirnya. “pil yang dibawa Zul ini berlogo Y dan pelaku saat ini sudah ditetapkan tersangka dan dijerat undang-undang kesehatan pasal 196 jo 106 dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun penjara, denda Rp. 1,5 milyar.” tegas Sutrisna.

Sementara itu, pelaku yang juga warga Kabila, kabupaten Bone Bolango ini mengaku dirinya menjual barang haram ini karena sudah dipesan teman-temannya.

“Saya juga pakai, tapi yang lain sudah dipesan teman-teman yang akan dipakai malam tahun baru.” ungkapnya. Namun bukan satu kali ini saja Zul membawa pil koplo di Gorontalo. Bulan juli lalu, Zul juga membawa pil koplo sebanyak 800 butir dari Luwuk. (rg-46)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *