Geng Bodreks, 11 Pelaku Teror Panah Wayer Dibekuk Buser

Penggerebekan pelaku teror panah wayer, oleh Tim Buser Polres Gorontalo Kota.

RadarGorontalo.com – “Siapa yang punya itu panah wayer itu. Kenapa kau so jaga ba simpan-simpan barang bagitu. Ti Tata (Kakak.red), mo bilang pa papa kau, biar dia (Ayah) mo kase berhenti sekolah,” ucap seorang Wanita, terhadap adiknya yang terlibat kasus dugaan teror panah wayer Kamis (22/02) dini hari. Saat dijemput paksa oleh Tim Buser Polres Gorontalo Kota, Jumat (23/02) pukul 14.30 WITA.

Isak tangis seorang kakak perempuan, mewarnai penahanan adik kandungnya yang dijemput paksa, oleh petugas kepolisian akibat terlibat dugaan kasus teror panah wayer Kamis dini hari. Sang adik yang diketahui merupakan siswa, di salah satu Sekolah Mengah Pertama (SMP) dan jarang keluar rumah itu. Membuat kaget keluarganya, yang tak menyangka bahwa adik mereka memiliki pergaulan yang bisa dikatakan sesat. Sejumlah barang bukti berupa busur panah terbuat dari besi, berhasil di temukan petugas di lemari kain milik adik mereka.

“Ini apa.. sapa pe barang ini,” tanya petugas pada pelaku. “Itu bo orang Paguyaman punya pak, bukan saya punya,” tutur pelaku berkilah. Nasi sudah menjadi bubur, barang bukti sudah ditemukan di rumah pelaku, dengan terpaksa pun sang kakak merelakan adiknya beserta barang bukti, dibawa petugas.

Pelaku pertama berhasil diamankan, penggerebekkan pun dilanjutkan tim Buser Polres Gorontalo Kota, di kediaman empat pelaku lain yang lokasinya masih di sekitaran wilayah Jalan Jhon Aryo Katili (eks Jalan Andalas). Barang bukti lain pun, menambah jumlah sitaan yang ditemukan petugas. Diantaranya, satu buah gergaji mesin atau disebut Gurinda, terali pelek motor yang sudah terpotong-potong, gantungan kain terbuat dari besi dan kabel. Bahkan senjata tajam (Sajam), juga gunting ukuran kecil disita di lokasi penggerebekkan. Setelah itu, lima pelaku teror panah wayer dan barang bukti, langsung di bawa ke Mapolres Gorontalo Kota.

Belum juga dilakukan pemeriksaan oleh penyidik, seorang diantara lima pelaku teror itu, diminta mempraktekkan cara pembuatan barang laknat tersebut. Diambillah sepotong terali pelek motor yang sudah terpotong, lalu dikikis menggunakan gergaji mesin atau gurinda oleh palku. “Nah, ini bentuknya ngeri. Barang ini jika masukka ke leher orang, bahaya. Kamu mau begitu,” tegas Kapolres Gorontalo Kota AKBP Yan Budi Jaya, pada pelaku.

Mencari tahu lebih dalam penangkapan terhadap ke lima pelaku teror panah wayer ini, Kasat Reskrim Polres Gorontalo Kota AKP Adi Seno Nugroho menjelaskan. Ini merupakan hasil pengembangan dari seorang diantara enam pelaku, yang berhasil diciduk petugas Kamis dini hari kemarin. Nyanyian seorang pelaku tersebut pun, memberikan sedikit titik terang terhadap petugas, untuk melacak dan mengamankan ke lima pelaku yang diamankan Jumat kemarin. Parahnya lagi, dari pengakuan pelaku mereka adalah komplotan Geng Bodreks, yang lebih bergerak ke panah wayer. “Sasaran mereka masyarakat umum, main langsung tembak, rata-rata mereka dari Andalas. Ada yang masih belasan tahun, ada yang masih sekolah dan putus sekolah. Kalau bisa kami akan menaikan statu kasus ini,” terang Kasat Reskrim Polres Kota Gorontalo.(rg-62)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.