Gempa Palu Berpotensi di Gorontalo , WASPADA !!!

Ilustrasi

RadarGorontalo.com – Gempa berkuatan 7,4 Skala richter (SR) yang mengguncang Palu Provinsi Sulawesi Tengah dan sekitarnya, berpotensi terjadi juga di Gorontalo. Wilayah pesisir utara dan selatan, diklaim termasuk wilayah rawan. Itu disampaikan Bahtiar S.Si, MT, Kepala Stasiun Geofisika Kelas II Gorontalo, saat dihubungi Radar Jumat (28/9) tadi malam. “Maka bijaklah dalam bertindak,” ucap Bahtiar.

Dirinya menjelaskan, gempa yang terjadi di Palu Sulteng ini diakibatkan, karena adanya sesar Palu Koro. Dan penyebab ini bisa terjadi di laut Gorontalo, yakni di pesisir utara Gorontalo. Tidak hanya itu saja, pada pesisir selatan Teluk Tomini, kata Bahtiar sangat berpotensi terjadi sesar. “Maka dari itu kami mengimbau, pertama kita tidak merasakan getaran hanya mendengar berita perlu konfirmasi kebenaran berita dan info jalanan, konfirmasikan ke lembaga terkait.

Seperti BMKG, BPBD, SAR dan TNI serta POLRI. Kedua jangan panik, jangan menyebarkan berita yang dibaca, dan didengar kecuali merasakan gempa,” tambahnya lagi. Lain lagi dari penjelasan Listya Dewi, staf operasional Stasiun Geofisika Gorontalo. Dimana gempa yang terjadi di lima daerah, diantaranya Barat Laut DONGGALA, Barat Laut PALU, Timur Laut MAMUJU UTARA, Barat Laut SIGI, dan Timur Laut JAKARTA.

Getarannya juga sampai dirasakan di Gorontalo, dengan skala skala III-IV MMI. “Ini karena, kekuatan gempa magnitudenya cukup kuat. Indonesia memang merupakan daerah yang rawan bencana gempabumi. Termasuk Palu, Gorontalo, Sulawesi Utara juga daerah-daerah lainnya. Tapi untuk waktu kejadiannya belum dapat diprediksi. Sehingga perlu adanya kesadaran dari masyarakat, tindak mitigasi mengantisipasi bencana gempa bumi dan tsunami,” terangnya. Diketahui dari data yang diperoleh Radar Gorontalo, melalui SAR Gorontalo.

Korban meninggal dunia akibat bencana alam ini, tercatat satu orang, sedangkan yang luka-luka, itu mencapai 10 orang. Untuk kerugian material akibat bencana tersebut, sampai dengan saat ini masih dilakukan pendataan oleh instansi terkait di lokasi kejadian. Bayu Kepala SAR Gorontalo mengatakan, dalam menangani bencana tersebut pihaknya juga mengirimkan personil ke lokasi kejadian.

Dengan menggunakan transportasi darat, dari Gorontalo menuju Provinsi Sulteng. “Memang betul kami mengirimkan anggota untuk di BKO kan ke kantor SAR Palu, melalui jalur darat dengan menggunakan dua truck. Kami mengirimkan 1 tim yang terdiri dari 12 personil. Dengan menyiapkan peralatan ekstrikasi beserta peralatan pendukungnya, perahu karet, serta telepon satelit untuk komunikasi,” terang Bayu. (rg-62)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.