GANTI KABINET

Haji Lala

Nasib PDIP akan ditentukan 2019. Jika tak hati hati maka partai wong cilik ini akan kehilangan gelarnya sebagai partai pemimpin di Indonesia, harus melakukan perubahan cepat dan cerdas, kata TOMAS (TOKOH MASYARAKAT).

Tak akan berubah, sekali partainya orang kecil tetap partainya orang kecil, kata TOPO (TOKOH POLITIK). Bukankah PDIP ini sudah ganti julukan, dulu kan partai wong cilik, dan rakyat kecillah yang membesarkan PDIP, tetapi sekarang sudah menjadi partai Wong Gede, dolar saja sudah gede, kata TOMAS.

Mendengar jawaban itu TOPO tercengang, dia sendiri sadar kalau 5 tahun terakhir ini sudah jarang kader PDIP menyebut kata Wong Cilek. Ente pe maksud, karena PDIP sudah punya Presiden maka ini bukan lagi partainya orang kecil, tanya TOPO.

Mendengar itu, TOMAS tertawa, menurut dia bukan soal Presiden. Sementak PDIP berkuasa, tidak terasa lagi pembelaan maupun perhatian pada rakyat kecil. yang dilakukan pemerintah sekarang ini adalah membangun proyek preyek besar, rakyat kecil tidak merasakan manfaatnya, yang merasakan itu adalah kontraktor besar dan kalangan menengah ke atas.

PDIP juga tidak pernah memperjuangkan gaji para pegawai, bayangkan selama ini gaji pegawai tak pernah naik. Boleh bangun jalan jembatan, pelabuhan laut dan udara, tetapi bangun juga pedesaan, kata TOMAS. Pak Harto dinilai berhasil karena dia lama menjadi Presiden, sekarang ini masa jabatan hanya 2 priode.

Itupun kalau terpilih lagi. Mana mungkin dalam satu priode seorang Presiden mampu menyelesaikan semua permasalahan, Insya Allah pada prode kedua Jokowi bisa menyelesaikannya. Setidaknya Jokowi sudah berbuat, kata TOPO.

Jokowi memang bagus, jadi kita kira 2019 ganti kabinet, kata TOMAS. Maksudnya, kenapa harus ganti kabinet, tanya TOPO. Kabinet yang harus kuat, pake orang-orang prefesional, sebab kalau kabinetnya tak kuat siapapun Presidennya tetap saja sama, kata TOMAS. ###

Share

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *