Gali Sumur, Warga Paguat Temukan Tengkorak Serdadu Jepang

Tengkorak yang ditemukan warga, di duga adalah serdadu jepang (istimewa)

RadarGorontalo.com – Warga Desa Bumbulan Kecamatan Paguat dihebohkan dengan adanya penemuan tengkorak manusia serta tulang belulang, Selasa (24/4). Tulang belulang yang diprediksi sudah berumur ratusan tahun itu, diduga kuat adalah milik serdadu Jepang yang tewas dalam pertempuran di teluk Bumbulan ratusan tahun silam. Kendati demikian, untuk otentifikasinya butuh pembuktian lebih lanjut.

Adalah Cardas Humu (39) warga Desa Bumbulan Kecamatan Paguat Kabupaten Pohuwato, yang pertama menemukan tengkorak manusia yang berumur ratusan tahun itu. Ceritanya, sekitar pukul 13.00 Wita, Cardas bekerja menggali sumur yang berjarak hanya beberapa meter dari dapur rumahnya. Baru di kedalaman 80 cm, alat yang digunakan Cardas menghantam benda keras. Setelah digali ternyata itu adalah tengkorak manusia. Penggalian pun diteruskan, dan ternyata ia kembali menemukan tulang rusuk, gigi dan rahang. Cardas terpaksa menghentikan penggaliannya dan langsung memberitahukan hal tersebut kepada warga sekitar. Tengkorak beserta tulang belulang itu pun ia timbun kembali.

Setelah itu, Cardas pindah lokasi galian yang hanya berjarak 3 meter dari lokasi penemuan tadi. Lagi-lagi, di kedalaman yang sama yakni 80 cm, Cardas menemukan tulang lengan. Tulang itu kemudian ditimbun kembali dan Cardas pindah lokasi yang berjarak sekitar 8 meter dari lubang kedua. Di lubang ketiga itu Cardas sudah tak menemukan lagi tengkorak maupun tulang.

Kepada Radar Kapolres Pohuwato AKBP Dafcoriza Sik Msc mengatakan, pihaknya menduga bahwa tengkorak dan tulang belulang yang ditemukan warga Kecamatan Paguat itu adalah tulang manusia yang sudah terkubur bertahun-tahun.

Sementara itu, Arman Mohamad salah seorang tokoh masyarakat Paguat sekaligus pemerhati sejarah saat dimintai tanggapannya mengatakan, kemungkinan tulang manusia itu adalah Serdadu Jepang. Sebab pernah terjadi pertempuran antara Sekutu dan Jepang di laut Bumbulan. “Dimana kapal laut angkatan perang Jepang yang bernama Paguat Maru dibombardir Sekutu di tanjung Bumbulan pada saat pendudukan Jepang di Indonesia,” ungkap Arman. Hanya saja sambung Arman, ini butuh pembuktian dan penelitian lebih lanjut. (RG-58)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.