Fahri Hamzah Sebut Indonesia Krisis Kepemimpinan

Fahri Hamzah

RadarGorontalo.com – Gerakan Arah Baru Indonesia (Garbi) Provinsi Gorontalo mengukuhkan pengurus tingkat Kabupaten dan Kota se-Gorontalo, Minggu (10/2) kemarin di Ballroom Maqna Hotel.

Pengukuhan kurang lebih 100 peserta para Sahabat GARBI tersebut dilakukan langsung oleh penggagas Garbi, Fahri Hamzah yang juga Wakil Ketua DPR RI. Dalam orasinya, Fahri Hamzah mengatakan, Indonesia sedang dilanda krisis kepemimpinan.

Karena fakta di lapangan para elit kekuasaan malah sibuk berseteru terkait persoalan sepele, seperti suguhan debat capres-cawapres yang digelar beberapa waktu lalu, luput dari persoalan yang substansial.

Dihadapan para sahabat Garbi, Fahri menambahkan, kita bisa untuk punya pemimpin, yang, begitu dia ngomong, kita langsung percaya ini orang bisa menyelesaikan masalah kita, namun yang terjadi justru sebaliknya, ujar politisi PKS.

Fahri pun menyarankan para elit mengubah strategi politik agar lebih sehat. Misalnya, dengan membuka ruang-ruang diskusi yang penuh dengan optimisme, memberikan pendidikan politik kepada masyarakat, dan meningkatkan peran volunterisme dalam bidang kepemudaan.

“Indonesia sangat memerlukan orang-orang yang memang memberikan keyakinan kepada bangsanya. Seperti pidatonya Presiden Indonesia pertama, Ir Soekarno yang telah banyak memberikan ide-ide cerdas kebangsaan.

Olehnya itu memikirkan hal-hal yang tidak krusial, kata Fahri, sebaiknya para elit keluar dari sikap pesimistis. “Saya heran dengan politisi yang masih ada saja melakukan praktik saling ancam dan menghancurkan dalam perpolitikan,” kritiknya.

Masalah krisis kepemimpinan, menurut Fahri jelas sangat berpengaruh terhadap kondisi negara selanjutnya jika tak dibenahi. “Sehingga kita ini seperti jelek semua. Dan bangsa ini tidak percaya lagi dengan pemimpinnya yang dianggapnya maling,” katanya.

Fahri mengingatkan bahwa Indonesia mengalami zaman kebangkitan untuk menentang penjajahan kolonial, karena kegelisahan pemikiran lalu muncul gerakan perlawanan.

Karena itu dia menilai Garbi lahir dari kegelisahan kolektif untuk mengembalikan tradisi kebebasan berpikir dan berpendapat yang ada di Indonesia, bebernya.

Terkait dengan hal pengukuhan Garbi ini, Fahri menegaskan posisi organisasi Garbi bukan organisasi sayap politik dari kubu manapun. Menurutnya, GARBI merupakan wadah sebagai mengumpulkan dan mematangkan ide untuk menuju Indonesia sebagai negara yang kuat dan menjadi salah satu poros kekuatan di dunia.

“Sesuai konsep, Garbi yang jadikan kalangan milenial, wanita dan pengusaha sebagai pilarnya, mayoritas para peserta yang merupakan Sahabat Garbi didominasi kaum milenial berusia 17 hingga 40 tahun.

Kontribusi nyata dari anak anak muda Gorontalo sangat diharapkan demi masa depan Indonesia yang lebih baik. “Saya mengajak seluruh anak muda yang memiliki kepeduliaan terhadap negeri, ingin mengubah keadaan dan nasib bangsa, untuk sama sama kita bersatu padu, menyatukan ide dan gagasan untuk membangun negeri tercinta ini, tukas Fahri.

Nampak hadir dalam kegiatan ini, Anggota DPR RI, Elnino Mohi, tokoh masyarakat, serta para akademisi, organisasi pemuda serta kalangan cendekiawan. (RG)

Share

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *